Kerinci, Pribhumi.com — Peristiwa ledakan gas yang terjadi pada 4 April 2026 di depan PLN Koto Lolo sempat viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sebuah mobil milik Satuan Penyedia Program Gizi (SPPG) berada di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti hal tersebut, pada 11 April 2026, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Kerinci mendatangi PIC Yayasan Karya Kita Peduli Kerinci berinisial DNL untuk meminta klarifikasi terkait kronologi peristiwa.
DNL menjelaskan bahwa pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, dirinya memesan 20 tabung gas ukuran 12 kilogram dari agen di Kayu Aro. Namun, pihak agen mengarahkan agar pengambilan dilakukan di jalan karena truk pengangkut gas masih dalam perjalanan.
Dalam perjalanan menuju dapur MBG di Sungai Penuh, tepatnya saat berada di Desa Kumun, DNL dihubungi sopir truk yang menginformasikan bahwa dirinya telah tiba di Koto Lolo. DNL kemudian memutar arah menuju lokasi tersebut.
Sesampainya di Koto Lolo, posisi kendaraan diatur saling membelakangi antara mobil MBG dan truk pengangkut gas. Rencananya, lima tabung gas akan dibawa ke dapur, sementara 15 tabung lainnya akan disimpan di kontrakan milik DNL di Simpang MAN Koto Lolo. Namun, sebelum proses pemindahan selesai, beberapa tabung gas terjatuh dan memicu ledakan.
DNL juga menegaskan bahwa mobil MBG yang digunakan masih dalam kondisi baru dan belum pernah digunakan untuk operasional pengangkutan makanan. Kendaraan tersebut masih dalam tahap penyempurnaan, termasuk pemasangan perlengkapan dapur dan rak peralatan. Yayasan yang dikelolanya saat ini menaungi 10 titik SPPG.
Sejauh ini pihak polres kerinci tidak menemukan penyalahan dan kelalaian dari SPPG. selanjutnya masih menunggu proses dan penyidikan
Pihak yayasan juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dengan mempersilakan datang langsung ke kediaman DNL di Talang Tinggi, Siulak.











