IRGC Ancam Serangan Balasan Terbesar Usai Wafatnya Ali Khamenei

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan kesiapan untuk melancarkan aksi balasan besar menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita Fars, IRGC menyampaikan duka mendalam atas kehilangan sosok yang telah memimpin Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade.

“Kami telah kehilangan seorang pemimpin agung dan bangsa Iran berduka atas kepergiannya,” demikian pernyataan tersebut.

IRGC menilai kematian Khamenei sebagai bentuk “kemartiran” akibat serangan yang mereka sebut dilakukan oleh kekuatan musuh. Pernyataan itu menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.

Baca Juga :  Prabowo janjikan harga Sembako turun

Menurut mereka, hukuman berat bagi pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian sang pemimpin akan segera dijalankan.

“Balasan keras akan dijatuhkan kepada para pelaku. Tangan pembalasan bangsa Iran tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan,” tegas pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, IRGC menyatakan kesiapan menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka bahkan mengklaim bahwa operasi militer ofensif terbesar dalam sejarah angkatan bersenjata Iran tengah dipersiapkan.

Sementara itu, media pemerintah Iran menyiarkan kabar wafatnya Khamenei dalam suasana duka mendalam. Siaran televisi nasional memperlihatkan presenter yang tak kuasa menahan tangis saat mengumumkan kabar tersebut.

Baca Juga :  Cindaku, Antara Mitos, Spiritualitas, dan Identitas Budaya Kerinci

Pemerintah Iran juga menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Dilansir dari BBC menyebutkan bahwa Khamenei dianggap sebagai martir akibat serangan yang dituding melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump serta sejumlah pejabat Israel telah lebih dahulu mengumumkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan militer gabungan.

Kepergian Khamenei menjadi pukulan besar bagi Iran. Ia telah memimpin negara tersebut sejak 1989 dan memainkan peran sentral dalam membentuk arah politik serta strategi regional Republik Islam pasca Revolusi Iran.

Media Iran juga melaporkan bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Berita Terkait

Putin Kecam Keras Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei
Serangan Balasan Iran Picu Korban Luka di Israel, Layanan Darurat Siaga Penuh
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Emas Dunia
Pemimpin Tertinggi iran Ali Khamenei Meninggal dalam Serangan
Iran Hentikan Akses Selat Hormuz Usai Serangan Militer AS dan Israel
Iran Balas Serangan AS–Israel, Pangkalan Militer di Qatar Jadi Sasaran
Golkar Respons Kritik PDIP soal Sumber Dana MBG
KPK Dalami Dugaan Setoran Pengisian Perangkat Desa

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 15:00 WIB

Putin Kecam Keras Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:00 WIB

Serangan Balasan Iran Picu Korban Luka di Israel, Layanan Darurat Siaga Penuh

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:00 WIB

IRGC Ancam Serangan Balasan Terbesar Usai Wafatnya Ali Khamenei

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:00 WIB

Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Emas Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:33 WIB

Pemimpin Tertinggi iran Ali Khamenei Meninggal dalam Serangan

Berita Terbaru

Kesehatan

Ini 8 Pantangan Makanan bagi Pengidap Asam Lambung

Selasa, 3 Mar 2026 - 09:00 WIB

Tips dan informasi

Ini 4 Cara Cegah Kantuk saat Kerja di Bulan Puasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 07:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Bareskrim Polri Tangkap 2 Penyuplai Sabu Sindikat Ko Erwin

Senin, 2 Mar 2026 - 23:00 WIB

Tips dan informasi

Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki

Senin, 2 Mar 2026 - 21:00 WIB