Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah Iran merespons negatif proposal Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Teheran menegaskan bahwa keputusan mengakhiri perang sepenuhnya berada di tangan mereka, bukan pihak luar.
Mengutip laporan media Iran, Press TV, Kamis (26/3/2026), seorang pejabat senior di bidang politik dan keamanan menyatakan bahwa pemerintah Iran tidak akan membiarkan Presiden AS, Donald Trump, menentukan kapan perang harus dihentikan.
“Iran akan mengakhiri perang ketika sudah memutuskan untuk melakukannya dan ketika seluruh syaratnya terpenuhi,” ujar pejabat tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Ia juga menegaskan bahwa Teheran akan terus melanjutkan operasi pertahanan dan siap memberikan tekanan besar kepada pihak lawan hingga tuntutannya dipenuhi.
Menurutnya, proposal yang diajukan Washington melalui jalur diplomatik—termasuk melalui perantara Pakistan—dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Pejabat itu juga menyinggung dua putaran negosiasi sebelumnya pada musim semi dan musim dingin 2025, yang menurutnya tidak dilakukan dengan itikad baik oleh AS. Bahkan, setelah proses tersebut, Amerika Serikat disebut justru melancarkan agresi militer.
Lima Syarat Iran untuk Akhiri Konflik
Iran menegaskan bahwa gencatan senjata hanya akan terjadi jika lima tuntutan utama berikut dipenuhi:
Penghentian total agresi dan serangan terhadap Iran
Jaminan konkret agar perang tidak terulang kembali
Pembayaran ganti rugi dan reparasi perang secara jelas
Penghentian konflik di seluruh wilayah dan kelompok yang terlibat
Pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz sebagai hak sah
Pejabat tersebut menambahkan bahwa syarat-syarat ini merupakan kelanjutan dari tuntutan sebelumnya dalam perundingan di Jenewa, yang berlangsung beberapa hari sebelum serangan oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Ia menegaskan bahwa Iran telah menyampaikan kepada seluruh mediator bahwa tidak akan ada negosiasi lanjutan sebelum semua syarat tersebut diterima.
“Perang akan berakhir ketika Iran memutuskan untuk mengakhirinya, bukan ketika Trump menginginkannya,” tegasnya.











