Hanya Tiga Daerah Lolos Adipura, Menteri LH: Mayoritas Kabupaten/Kota Masih Berstatus Kota Kotor

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com  — Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan temuan mengejutkan terkait penilaian sementara Penghargaan Adipura 2025. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, hanya tiga daerah yang dinyatakan layak menerima Adipura sebagai kota dengan sistem pengelolaan sampah terbaik.

“Berdasarkan penilaian substantif yang telah kami susun, baru tiga daerah yang memenuhi standar kelayakan Adipura. Sisanya masih berada dalam kategori Kota Kotor,” ujar Hanif saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Tiga daerah tersebut—terdiri dari dua kabupaten dan satu kota—mendapat nilai 80 poin, ambang minimal untuk menerima penghargaan Adipura. Sementara ratusan daerah lainnya masih gagal memenuhi standar dasar kebersihan dan ketertiban pengelolaan sampah.

Fokus Penilaian Diperketat

Revitalisasi Adipura kini menekankan tiga komponen utama:

Baca Juga :  Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Sistem pengelolaan sampah dan kebersihan (50%),

Kebijakan serta alokasi anggaran daerah (20%),

Kesiapan SDM dan fasilitas pendukung (30%).

Berbasis hasil tersebut, daerah akan diklasifikasikan ke dalam kategori: Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Adipura, dan Kota Kotor bagi yang berkinerja terendah.

Hingga laporan ini disampaikan, pemantauan lapangan telah dilakukan di 473 kabupaten/kota, dan proses verifikasi masih terus berlangsung.

Pengelolaan Sampah Nasional Masih Sangat Rendah

KLH memaparkan fakta bahwa dari total timbulan sampah nasional sebesar 138.378 ton per hari, hanya 35.498 ton atau sekitar 24 persen yang berhasil dikelola dengan baik. Rendahnya capaian ini diperparah oleh minimnya alokasi anggaran daerah, yang rata-rata hanya 0,55 persen APBD.

Selain itu, KLH mencatat masih banyak daerah yang belum memenuhi kewajiban perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sebelumnya dikenai sanksi karena masih menerapkan praktik open dumping. Tingkat pemenuhan kewajiban baru mencapai 49 persen.

Baca Juga :  TNI Siap Kirim Pasukan ke Gaza, Tunggu Arahan Presiden Prabowo

Peringatan Keras: Terancam Sanksi Pidana

Menteri Hanif menegaskan bahwa batas waktu implementasi perbaikan TPA telah mendekati tenggat. KLH akan mencabut status sanksi bagi daerah yang telah mencapai penyelesaian, dan memberi perpanjangan waktu hanya untuk daerah yang progresnya minimal mencapai 40 persen.

“Apabila indeks kinerja mereka masih di bawah 40 persen, maka KLH akan menerapkan pemberatan sanksi sesuai Pasal 114 UU 32/2009. Termasuk potensi ancaman pidana bagi pihak yang lalai,” tegasnya.

Hanif menekankan bahwa komitmen daerah terhadap pengelolaan sampah harus menjadi prioritas, mengingat dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan kualitas hidup jangka panjang.

Berita Terkait

KPK Usul Harta Tak Dilaporkan Dirampas, Sahroni Ingatkan Potensi Pelanggaran HAM
Kurangi Kemacetan Libur Nataru, Kemenhub Ajukan WFH pada Tiga Tanggal Ini
Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak
Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet
Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan
Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya
Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:47 WIB

KPK Usul Harta Tak Dilaporkan Dirampas, Sahroni Ingatkan Potensi Pelanggaran HAM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kurangi Kemacetan Libur Nataru, Kemenhub Ajukan WFH pada Tiga Tanggal Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Bukan Cuma Rumah Kotor, Ini 4 Faktor yang Mengundang Hama Masuk ke Hunian

Jumat, 30 Okt 2026 - 01:49 WIB