Tambo Tigo Luhah Semurup Ungkap Kisah Gempa Besar 15 Hari, Jejak Bencana Alam dalam Ingatan Leluhur Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com — Sejarah masyarakat adat Kerinci tidak hanya tersimpan melalui peninggalan fisik, tetapi juga melalui tambo atau catatan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Salah satu kisah yang menarik perhatian terdapat dalam Tambo Ico Pakai Tigo Luhah Semurup, yang mengisahkan tentang sebuah peristiwa gempa besar yang disebut berlangsung selama lima belas hari.

Dalam catatan tambo tersebut, kisah itu bermula setelah masyarakat adat menegakkan Balai Adat yang diperkirakan terjadi pada masa lampau. Balai adat tersebut disebut berada di kawasan pelabuhan Dusun Anak Betino dalam Dusun Balai, yang menjadi salah satu pusat kehidupan masyarakat kala itu.

Seiring perjalanan waktu, Balai Adat tersebut tetap dijaga sebagai simbol adat dan identitas masyarakat. Namun, dalam cerita yang diwariskan leluhur, terjadi sebuah peristiwa alam besar yang datang secara tiba-tiba dan mengguncang kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Safwandi Tegaskan: Mendapo Sudah Ada Sebelum Kolonial Belanda, Bukan Produk Penjajahan

Dalam bahasa Kerinci, tambo menggambarkan peristiwa itu dengan ungkapan:

“Tidak disangko-sangko tibolah gempo gedang selamo limo belas hari, tidak berhenti-henti sampai tanah tiblah, batang ayi buranjak, dusun lah bucerai-cerai, rumah gedang buranjak-anjak tempat, rumah adat lah rubuh.”

Jika diterjemahkan secara bebas, kisah tersebut menggambarkan gempa dahsyat yang berlangsung dalam waktu lama hingga menyebabkan perubahan pada kondisi alam. Tanah disebut mengalami pergeseran, aliran sungai berubah, permukiman masyarakat tercerai, serta rumah besar dan rumah adat mengalami kerusakan.

Meski menceritakan kehancuran akibat bencana, tambo juga menekankan bahwa nilai adat tetap menjadi pegangan masyarakat. Keberadaan penjaga rumah adat atau panunggu rumah adat disebut tetap memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan tatanan adat setelah peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Indonesia dan Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Budaya, Fadli Zon Bahas MoU dengan Dubes Phillip Taula

Kisah gempa besar dalam Tambo Ico Pakai Tigo Luhah Semurup menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Kerinci tentang hubungan antara manusia, alam, dan kebudayaan. Catatan tradisional ini memang tidak dapat menggantikan kajian ilmiah seismologi modern, namun menjadi sumber budaya penting yang menunjukkan bagaimana leluhur Kerinci merekam pengalaman menghadapi fenomena alam besar.

Secara geografis, wilayah Kerinci berada di kawasan yang memiliki aktivitas tektonik tinggi karena berada di Pulau Sumatra yang dilalui jalur patahan aktif. Kondisi tersebut membuat kisah tentang gempa besar dalam tradisi lisan masyarakat Kerinci menjadi bagian menarik dari sejarah lokal dan warisan budaya yang terus dikenang hingga kini.

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat
Marwah Pemangku Adat Jati Harus Dikembalikan, Aktivis Adat Sampaikan Seruan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:22 WIB

Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan

Berita Terbaru