Petilasan Leluhur sebagai Simbol Identitas Masyarakat Hukum Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petilasan Leluhur, Jejak Sejarah dan Jati Diri Masyarakat Hukum Adat

Oleh: Safwandi., S.AP., DPT  – Sekjend LAM-SAK

Pribhumi.com — Dalam kehidupan masyarakat hukum adat, petilasan leluhur memiliki kedudukan yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar sebuah tempat atau peninggalan masa lalu. Petilasan yang oleh masyarakat adat Kerinci juga disebut sebagai jirat, menjadi ruang yang menyimpan jejak sejarah, nilai budaya, serta hubungan spiritual antara generasi masa kini dengan para pendahulu.

Bagi masyarakat adat, petilasan leluhur merupakan simbol identitas yang menghubungkan manusia dengan asal-usulnya. Di tempat tersebut tersimpan kisah perjuangan, kebijaksanaan, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi pedoman dalam menjalankan adat dan kehidupan bermasyarakat.

Keberadaan petilasan sering kali menjadi pengingat bahwa sebuah komunitas adat tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan memiliki perjalanan panjang yang dibangun oleh para leluhur. Dari sanalah tumbuh rasa memiliki, kebanggaan, dan tanggung jawab untuk menjaga warisan yang telah dititipkan.

Baca Juga :  Kontroversi Surrogacy di Indonesia: Etika, Hukum, dan Risiko Identitas Anak

Dalam perspektif masyarakat hukum adat, petilasan bukan hanya benda mati atau lokasi bersejarah. Ia merupakan bagian dari wilayah nilai dan kebudayaan yang memiliki makna sosial. Petilasan menjadi tempat mengenang asal-usul, memperkuat hubungan kekerabatan, serta meneguhkan keberadaan suatu komunitas adat.

Nilai yang terkandung dalam petilasan leluhur juga mengajarkan tentang penghormatan terhadap sejarah. Leluhur dipandang sebagai sumber keteladanan yang meninggalkan pesan tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial, atau lazim disebut oleh masyarakat hukum adat “Contoh yang telah sudah tuah yang lah menang”.

Di berbagai daerah, termasuk dalam tradisi masyarakat adat Kerinci, petilasan leluhur sering menjadi bagian dari narasi adat yang diwariskan melalui cerita, pepatah, dan tradisi lisan. Ia menjadi bukti bahwa adat bukan hanya aturan yang tertulis, tetapi juga ingatan kolektif yang hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Polsek Tabir Ulu Dorong Perdamaian Warga Muara Jernih Lewat Sidang Adat

Namun, keberadaan petilasan leluhur menghadapi tantangan zaman. Modernisasi dan perubahan pola kehidupan dapat membuat generasi muda semakin jauh dari akar budayanya. Karena itu, pelestarian petilasan tidak hanya berarti menjaga tempatnya secara fisik, tetapi juga memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

Petilasan leluhur pada akhirnya adalah simbol identitas. Ia menjadi tanda bahwa sebuah masyarakat memiliki sejarah, memiliki akar, dan memiliki warisan nilai yang harus dijaga. Ketika petilasan dijaga, dipelihara dan dihormati, maka yang dijaga bukan hanya sebuah lokasi, tetapi juga martabat, ingatan, dan jati diri masyarakat hukum adat.

Berita Terkait

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi
Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat
H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030
Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota
Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat
Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Struktur Paramenti Tigo Luhah Semurup Berpedoman pada ico Pakai
“Batakah Naik, Berjenjang Turun”, Safwandi Ungkap Tata Cara Penyelesaian Persoalan Adat Kerinci
Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03 WIB

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:24 WIB

H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat

Berita Terbaru