Jakarta, Pribhumi.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan sementara distribusi makanan selama periode libur sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pembenahan agar program berjalan lebih optimal ketika kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan, masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia MBG. Audit ini bertujuan memastikan standar pelayanan, kualitas pengelolaan, serta kesiapan fasilitas pendukung program.
Menurutnya, penghentian sementara tersebut hanya berlaku selama masa liburan sekolah. Setelah proses evaluasi dan perbaikan selesai dilakukan, penyaluran MBG akan kembali dilanjutkan dengan sistem yang lebih tertata.
BGN juga akan melakukan sejumlah pembenahan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perbaikan tata kelola, hingga penyempurnaan sistem pendataan penerima manfaat. Langkah ini dilakukan agar program pemerintah tersebut benar-benar menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran utama.
Agustina menegaskan bahwa ketersediaan data yang valid menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan. Dengan data yang lebih akurat, penyaluran manfaat dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Selain melakukan audit terhadap dapur penyedia makanan, BGN juga berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga yang memiliki basis data penerima manfaat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem pendataan sebelum program kembali berjalan.
Dalam proses evaluasi ini, BGN juga melakukan penajaman sasaran penerima MBG atau refocusing program. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan bantuan gizi lebih diprioritaskan kepada kelompok yang membutuhkan serta mendukung penggunaan anggaran secara lebih efisien.
Agustina menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan penerima manfaat sesuai dengan target program. Sementara itu, penyesuaian terhadap dapur penyedia menjadi bagian dari dampak perbaikan sistem secara keseluruhan.
Dengan adanya evaluasi dan penataan ulang tersebut, BGN berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik, terorganisir, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.






