Wacana “War Tiket” Haji Dikritik DPR, Antrean Puluhan Tahun dan Keadilan Jemaah Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Wacana penerapan sistem “war tiket” dalam penyelenggaraan ibadah haji menuai tanggapan kritis dari kalangan DPR RI. Usulan yang disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dinilai perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan ketidakadilan bagi calon jemaah yang telah lama mengantre.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmako, mempertanyakan nasib para calon jemaah yang telah menunggu hingga puluhan tahun. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kondisi jemaah yang sudah memiliki nomor antrean sejak lama.

Menurut Singgih, selain aspek keadilan, pemerintah juga harus memperhatikan regulasi dari Arab Saudi. Ia menyinggung sistem Nusuk yang mewajibkan seluruh proses administrasi dan pembelian paket dilakukan sebelum visa diterbitkan, sehingga skema “war tiket” berpotensi menyerupai haji mandiri.

Baca Juga :  Waspada Kabut di Sungai Penuh, Ini Prediksi Cuaca Lengkap Jambi dari BMKG

Senada dengan itu, Anggota Komisi VIII DPR, Atalia Praratya, menilai solusi untuk mengatasi panjangnya antrean haji tidak boleh diambil secara instan. Ia mengingatkan bahwa kembalinya sistem “siapa cepat bayar, dia berangkat” justru menjadi kemunduran dalam tata kelola haji nasional.

Atalia menegaskan bahwa mekanisme tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang mengedepankan prinsip antrean berdasarkan nomor porsi. Ia juga menyoroti potensi ketimpangan akses, terutama bagi masyarakat di daerah yang terbatas secara teknologi maupun ekonomi.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa sistem antrean saat ini memiliki manfaat finansial melalui pengelolaan dana awal jemaah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dana tersebut selama ini digunakan untuk memberikan subsidi sehingga biaya haji dapat ditekan.

Baca Juga :  Menhan: "media massa memiliki peran sentral dalam memperkuat persatuan bangsa"

Jika sistem diubah menjadi pembayaran penuh langsung tanpa antrean, Atalia khawatir dana kelolaan haji akan berkurang drastis. Dampaknya, subsidi bagi jemaah bisa hilang dan biaya haji berpotensi melonjak tinggi.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah tengah mengkaji berbagai terobosan untuk mengatasi lamanya antrean haji yang bisa mencapai puluhan tahun. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah sistem “war tiket”, di mana pendaftaran dibuka pada waktu tertentu dan jemaah yang siap secara finansial dapat langsung berangkat pada tahun yang sama.

Gus Irfan menyebut gagasan tersebut muncul dari diskusi internal kementerian sebagai upaya mencari solusi alternatif. Ia menilai sistem sebelum adanya BPKH memungkinkan keberangkatan tanpa antrean panjang, sehingga opsi tersebut layak dipertimbangkan kembali dengan pendekatan baru.

Berita Terkait

Pemerintah Perkuat Integritas ASN Lewat Program E-Learning Antikorupsi Berbasis Digital
Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama
5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah
10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha
Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui
Jadwal dan Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Lengkap dengan Jenis Takbir
5 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Awet
Pembagian Daging Kurban yang Benar Sesuai Syariat Islam

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Perkuat Integritas ASN Lewat Program E-Learning Antikorupsi Berbasis Digital

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:29 WIB

Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:00 WIB

5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:00 WIB

Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB