JAMBI, Pribhumi.com — Banyak orangtua menghadapi tantangan saat anak sulit makan. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah membiarkan anak makan sambil menonton televisi atau menggunakan gadget. Meski terlihat membantu, kebiasaan ini ternyata tidak dianjurkan.
Makan bukan sekadar aktivitas mengisi perut, tetapi juga bagian penting dari proses belajar anak. Pada momen ini, anak mengenal berbagai jenis makanan, tekstur, hingga rasa. Jika perhatian mereka teralihkan oleh layar, proses belajar tersebut menjadi tidak optimal.
Anak yang makan tanpa gangguan cenderung lebih fokus dan mampu menikmati makanan dengan baik. Sebaliknya, jika sambil menonton, mereka bisa kehilangan kesadaran terhadap apa yang dimakan dan kapan merasa kenyang. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi membentuk kebiasaan makan yang buruk.
Dampak Negatif Makan Sambil Nonton
Kebiasaan ini dapat memicu berbagai masalah, baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan anak.
1. Pola makan terganggu
Perhatian anak yang terfokus pada layar membuat mereka kurang peduli terhadap makanan. Akibatnya, jadwal makan menjadi tidak teratur dan anak bisa menolak makan pada waktunya. Selain itu, paparan iklan makanan tidak sehat juga dapat memengaruhi pilihan mereka.
2. Minim interaksi sosial
Waktu makan seharusnya menjadi kesempatan anak berinteraksi dengan keluarga. Jika terganggu oleh gadget atau TV, anak kehilangan momen untuk belajar berbicara, mendengar, serta memahami emosi orang lain. Hal ini dapat berdampak pada perkembangan bahasa dan empati.
3. Gangguan kognitif
Menonton saat makan dapat mengganggu konsentrasi anak dalam memahami kebiasaan makan sehat dan pentingnya nutrisi. Kebiasaan ini juga bisa membuat anak bergantung pada hiburan saat melakukan aktivitas lain, sehingga menghambat kreativitas dan inisiatif.
4. Risiko obesitas
Penelitian menunjukkan bahwa makan sambil menonton meningkatkan risiko obesitas. Anak cenderung makan lebih cepat dan berlebihan karena tidak fokus pada makanan yang dikonsumsi.
Tips Membentuk Kebiasaan Makan yang Baik
Untuk menghindari kebiasaan tersebut, orangtua dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
1. Tetapkan jadwal makan
Jadwal makan yang konsisten membantu anak memahami waktu makan dan aktivitas lainnya. Di sela waktu makan, cukup berikan air putih.
2. Ciptakan suasana makan yang nyaman
Jadikan waktu makan sebagai momen menyenangkan tanpa gangguan gadget. Hindari memaksa anak makan dan tetap bersikap santai.
3. Perhatikan durasi makan
Batasi waktu makan sekitar 15 menit. Jika anak tidak fokus atau hanya bermain, hentikan proses makan.
4. Sajikan makanan menarik
Variasi menu dengan tampilan menarik dapat meningkatkan selera makan anak. Libatkan anak dalam memilih atau menyiapkan makanan.
5. Batasi penggunaan gadget
Kurangi penggunaan gadget, terutama saat makan. Untuk anak di bawah usia dua tahun, sebaiknya tidak terpapar gadget atau sangat dibatasi.
6. Beri contoh yang baik
Anak cenderung meniru perilaku orangtua. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk tidak menggunakan gadget saat makan bersama.
Kesimpulan
Makan sambil menonton TV atau menggunakan gadget bukan kebiasaan yang baik bagi anak. Dampaknya tidak hanya pada pola makan, tetapi juga pada perkembangan sosial, kognitif, hingga risiko kesehatan seperti obesitas.
Dengan menciptakan suasana makan yang positif dan memberi contoh yang baik, orangtua dapat membantu anak membangun kebiasaan makan yang sehat sejak dini.











