Waspada Campak! Kenali Tahapan Gejala dari Hari ke Hari dan Cara Pencegahannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Pribhumi.com – Penyakit campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Penyakit ini tergolong sangat menular dan gejalanya tidak muncul secara langsung, melainkan berkembang secara bertahap mulai dari masa awal infeksi hingga munculnya ruam di seluruh tubuh.

Memahami tahapan gejala campak dari hari ke hari sangat penting agar penderita bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.

Data yang dihimpun hingga awal tahun 2026 menunjukkan kasus campak di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber kesehatan, hingga minggu ke-7 tahun 2026 tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi serta 4 kasus kematian. Tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) tercatat sekitar 0,05 persen.

Beberapa provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terbanyak tahun ini antara lain Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Gejala Umum Campak

Secara umum, campak ditandai dengan demam tinggi yang diikuti munculnya ruam kemerahan pada kulit atau ruam makulopapular. Selain itu, penderita juga kerap mengalami beberapa gejala lain seperti:

Batuk kering

Pilek

Mata merah dan berair (konjungtivitis)

Gatal pada kulit

Diare

Tahapan Gejala Campak dari Hari ke Hari

1. Masa Inkubasi (Pra-Gejala)

Baca Juga :  Rahasia Konsisten Olahraga Bukan Soal Motivasi

Tahap awal campak adalah masa inkubasi, yakni periode ketika virus sudah masuk ke dalam tubuh dan mulai berkembang. Pada fase ini penderita biasanya belum merasakan gejala apa pun sehingga sering tidak disadari.

Masa inkubasi campak umumnya berlangsung 10 hingga 14 hari sejak seseorang terpapar virus.

2. Fase Prodromal atau Gejala Awal (Hari ke-1 hingga 4)

Setelah masa inkubasi berakhir, penderita mulai mengalami gejala awal yang sering menyerupai flu. Gejala tersebut meliputi:

Demam tinggi

Batuk kering

Pilek

Mata merah

Ciri khas campak pada fase ini adalah munculnya bintik Koplik, yaitu bercak putih kecil di bagian dalam pipi yang menjadi tanda awal penyakit campak.

3. Fase Erupsi atau Ruam (Hari ke-5 hingga 11)

Pada fase ini ruam mulai muncul dan menjadi tanda yang paling mudah dikenali. Ruam biasanya pertama kali terlihat di wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar secara bertahap ke leher, dada, lengan, hingga kaki.

Ruam berwarna merah kecokelatan dan sering disertai demam tinggi serta rasa gatal pada kulit. Fase ini biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 7 hari.

4. Fase Konvalesen atau Pemulihan (Hari ke-12 hingga 21)

Memasuki tahap penyembuhan, ruam mulai memudar secara bertahap dari wajah ke bagian tubuh lainnya. Proses ini biasanya berlangsung selama 5 hingga 10 hari.

Baca Juga :  Jangan Asal Cuci! Ini Cara Tepat Menyimpan Telur di Kulkas Agar Tetap Aman

Bekas ruam terkadang meninggalkan warna kulit yang lebih gelap atau sedikit mengelupas, namun kondisi tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Pada fase ini gejala lain seperti demam, batuk, dan pilek juga mulai membaik.

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Meski sering dianggap penyakit biasa, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, di antaranya:

Infeksi telinga

Pneumonia atau radang paru-paru

Radang pita suara

Radang otot jantung

Diare

Gangguan gizi

Infeksi kulit

Peradangan mata

Radang otak

Risiko keguguran pada ibu hamil

Cara Mencegah Campak

Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui imunisasi. Rendahnya cakupan vaksinasi di suatu daerah diketahui menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus campak.

Vaksin yang digunakan adalah vaksin MR (Morbili Rubella) yang diberikan dalam tiga tahap, yaitu:

Usia 9 bulan (dosis pertama)

Usia 15–18 bulan (dosis kedua)

Usia 5–7 tahun (dosis ketiga)

Pemberian vaksin secara lengkap sangat penting untuk memberikan perlindungan maksimal sekaligus memutus rantai penularan.

Hingga saat ini belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus campak secara langsung. Penanganan yang diberikan biasanya bersifat suportif, seperti obat penurun demam, pemberian Vitamin A, serta pemenuhan nutrisi dan cairan yang cukup.

Antibiotik hanya akan diberikan oleh tenaga medis apabila terjadi infeksi bakteri sekunder yang menyertai penyakit tersebut.

Berita Terkait

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global
Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan
Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur
6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah
Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya
Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki
Denda BPJS Kesehatan 2026 Masih Berlaku, Begini Cara Hitung dan Aturannya

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:00 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:00 WIB

6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah

Berita Terbaru

Bungo

Dua Perampok Lansia Penumpang Travel di Bungo Ditangkap

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:00 WIB

Pendidikan

Beasiswa Garuda 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:00 WIB

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB