Cilegon, Pribhumi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cilegon, Banten sejak Kamis malam menyebabkan sejumlah kawasan dilanda banjir. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kelurahan Sambirata, Kecamatan Cibeber, dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.
Banjir tersebut diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang turun dalam waktu cukup lama serta kondisi drainase di kawasan tersebut yang kurang memadai. Air hujan yang tidak dapat mengalir dengan lancar akhirnya meluap dan merendam permukiman warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Damanhuri, mengatakan bahwa banjir di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Sejak awal tahun 2026, wilayah Sambirata beberapa kali mengalami kejadian serupa setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun.
Menurutnya, sistem drainase yang sempit dan tidak mampu menampung debit air menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan di lingkungan warga.
“Curah hujan yang cukup tinggi ditambah dengan kondisi drainase yang sempit menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga,” ujar Damanhuri, Jumat (7/2/2026).
Berdasarkan data BPBD, sekitar 320 warga terdampak akibat banjir tersebut. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman di sekitar wilayah itu untuk menghindari genangan air yang semakin tinggi.
Meski demikian, hingga Jumat pagi sekitar pukul 07.20 WIB, masih ada sejumlah warga yang memilih bertahan di rumah mereka sambil menunggu air surut.
Petugas BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan serta membantu proses evakuasi bagi warga yang membutuhkan bantuan.











