Rahasia Bikin Baterai Mobil Listrik Lebih Awet

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Baterai pada mobil listrik memiliki peran vital layaknya tangki bahan bakar pada kendaraan konvensional. Komponen ini menjadi pusat penyimpanan energi yang menentukan performa sekaligus usia kendaraan elektrifikasi.

Namun berbeda dengan tangki BBM biasa, baterai mobil listrik membutuhkan perlakuan khusus agar tetap awet dan tidak cepat mengalami penurunan kapasitas. Tanpa perawatan yang tepat, performa baterai bisa merosot lebih cepat dari seharusnya.

Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan pemilik kendaraan listrik untuk menjaga kesehatan baterai:

1. Hindari Paparan Suhu Panas

Suhu tinggi merupakan musuh utama baterai kendaraan listrik. Saat mobil diparkir dalam kondisi sistem masih aktif, pengatur suhu akan terus bekerja menyesuaikan kondisi baterai. Proses ini bisa menguras daya secara perlahan tanpa disadari.

Baca Juga :  Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki

Untuk menghindari hal tersebut:

Matikan sistem elektronik saat parkir

Pilih tempat parkir yang teduh

Hindari pengisian daya di area panas

Baterai EV tidak dirancang untuk menghadapi panas ekstrem dalam jangka panjang.

2. Tidak Perlu Mengisi Hingga 100 Persen

Mengisi baterai sampai penuh memang terasa ideal, namun kebiasaan ini justru bisa mempercepat degradasi.

Disarankan:

Isi daya hanya hingga sekitar 80 persen

Lakukan pengisian ulang saat baterai berada di kisaran 20 persen

Baca Juga :  Panduan Lengkap Mengaktifkan Dana Cicil di Aplikasi DANA

Selain memperpanjang usia baterai, cara ini juga membantu sistem pengereman regeneratif bekerja lebih optimal.

3. Jangan Menunggu Baterai Habis Total

Membiarkan baterai sampai nol persen sebelum diisi ulang dapat memperpendek umur pakainya. Idealnya, lakukan pengisian sebelum daya benar-benar habis.

4. Batasi Penggunaan Fast Charging

Pengisian cepat memang praktis, tetapi arus listrik besar yang masuk dalam waktu singkat dapat memberi tekanan tambahan pada sel baterai.

Penggunaan charger standar secara konsisten bahkan dapat membuat daya tahan baterai bertahan sekitar 10 persen lebih lama dalam jangka panjang dibandingkan kebiasaan fast charging.

Berita Terkait

Waspada! Ini Dampak Serius Konsumsi Gula Berlebihan bagi Kesehatan
Manfaat Makan Alpukat Saat Perut Kosong, Dari Lancarkan Pencernaan hingga Stabilkan Gula Darah
5 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet Sehat
Ubi vs Nasi Putih untuk Diet: Mana Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?
Migrain Sering Kambuh? Kenali Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pantangannya
Rekrutmen Kopdes Merah Putih 2026 Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya
Kutil pada Kulit: Penyebab, Cara Penularan, dan Metode Ampuh Menghilangkannya
Rahasia Mendidik Anak Bahagia: Kunci Utama Ada pada Cinta dan Komunikasi Orang Tua

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:17 WIB

Waspada! Ini Dampak Serius Konsumsi Gula Berlebihan bagi Kesehatan

Minggu, 19 April 2026 - 19:00 WIB

Manfaat Makan Alpukat Saat Perut Kosong, Dari Lancarkan Pencernaan hingga Stabilkan Gula Darah

Minggu, 19 April 2026 - 17:00 WIB

5 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet Sehat

Minggu, 19 April 2026 - 13:00 WIB

Ubi vs Nasi Putih untuk Diet: Mana Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?

Sabtu, 18 April 2026 - 21:00 WIB

Migrain Sering Kambuh? Kenali Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pantangannya

Berita Terbaru