Kemendagri Dorong Daerah Siapkan Strategi Kendali Harga Jelang Ramadan 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan 2026. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara mendadak dan harus dirancang jauh sebelum memasuki bulan Ramadan.

Menurut Tomsi, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa lonjakan harga pangan sering terjadi akibat kurangnya persiapan berbasis data. Oleh karena itu, perencanaan yang matang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga.

“Pengendalian inflasi tidak akan efektif jika baru bergerak saat Ramadan sudah berjalan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 12 Januari 2026.

Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri di Jakarta.

Tomsi mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Indonesia untuk segera melakukan konsolidasi internal, mempelajari data inflasi tiga tahun terakhir, serta menyusun langkah teknis yang terukur dalam menghadapi Ramadan. Ia berharap Ramadan 2026 dapat menjadi momentum keberhasilan pemerintah dalam menjaga harga bahan pokok tetap stabil.

Baca Juga :  Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap sejumlah komoditas strategis, seperti bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, cabai, minyak goreng, dan beras. Menurutnya, stabilitas harga komoditas tersebut hanya dapat dicapai melalui koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, kementerian teknis, serta pelaku usaha guna memastikan ketersediaan dan distribusi yang lancar.

Dalam paparannya, Tomsi mengungkapkan bahwa inflasi nasional secara tahunan pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus satu persen.

Ia menjelaskan bahwa tingkat inflasi yang seimbang sangat penting untuk menjaga kepentingan produsen dan konsumen. Inflasi yang terlalu rendah berisiko menekan pendapatan petani dan pelaku usaha, sementara inflasi yang terlalu tinggi akan memberatkan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, angka inflasi ideal dinilai berada di kisaran 2,5 persen.

Baca Juga :  3.724 Warga Binaan di Jambi Terima Remisi Idulfitri 2026, 30 Orang Langsung Bebas

Tomsi juga menyinggung kenaikan inflasi bulanan pada Desember 2025 yang mencapai 0,64 persen. Kenaikan tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh bencana alam di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang berdampak pada terganggunya pasokan pangan.

Meski demikian, ia menilai capaian inflasi nasional masih tergolong baik dan patut diapresiasi. Tomsi pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait atas sinergi dalam menjaga stabilitas harga.

Ke depan, Kemendagri meminta agar laporan evaluasi inflasi daerah sepanjang 2025 segera disusun. Laporan tersebut akan memetakan wilayah dengan tingkat inflasi tinggi beserta komoditas penyebabnya, sehingga dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan. Ia menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan mengukur keseriusan dan kemampuan daerah dalam mengendalikan inflasi, bukan sekadar memenuhi agenda rapat.

Berita Terkait

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:47 WIB

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik

Berita Terbaru