Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi RI Melaju Kencang di Akhir 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia akan menutup tahun 2025 dengan laju yang lebih kencang dibandingkan tiga triwulan sebelumnya. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis, ia menyebut proyeksi pertumbuhan pada kuartal IV diperkirakan berada pada kisaran 5,6 hingga 5,7 persen.

Menurutnya, capaian tersebut akan menandai titik balik penting, di mana perlambatan yang terjadi pada beberapa bulan terakhir mulai berubah menjadi akselerasi. Dengan skenario itu, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diprediksi mampu menyentuh angka 5,2 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju ekonomi pada kuartal I tercatat 4,87 persen. Angka tersebut naik menjadi 5,12 persen pada kuartal II, sebelum kembali terkoreksi ke level 5,04 persen di kuartal III.

Baca Juga :  Presiden Iran Sampaikan Belasungkawa dan Siap Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Besar di Sumatra

Purbaya menilai tanda-tanda pemulihan juga terlihat jelas dari sentimen pasar. Lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan 26 November 2025 yang mencapai rekor baru di level 8.602 menjadi salah satu indikator membaiknya ekspektasi investor.

Meski pasar saham sering dianggap hanya mencerminkan aktivitas kelompok tertentu, ia menegaskan bahwa penguatan IHSG biasanya menjadi pertanda awal perbaikan ekonomi dan menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang maupun jangka pendek.

Selain itu, pemerintah disebut telah menggerakkan stimulus melalui penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan nasional. Injeksi awal sebesar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada September 2025, ditambah Rp76 triliun pada November, dinilai mampu memperkuat likuiditas dan mendorong perputaran ekonomi di sektor riil.

Baca Juga :  Tiga Sekolah internasional di Tangsel dan Jakut di Teror Bom

Dampak dari kebijakan itu terlihat dari meningkatnya optimisme publik. Purbaya merujuk pada survei Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mencatat indeks kepercayaan konsumen terhadap kinerja pemerintah melonjak menjadi 113,3 pada Oktober, dari 101,5 pada September 2025.

Dengan perbaikan persepsi publik, ia berharap potensi instabilitas sosial berkurang sehingga pemerintah dan parlemen dapat fokus menuntaskan agenda pembangunan dan menjaga momentum pemulihan.

Jika konsistensi kebijakan terjaga, Purbaya menyatakan tidak menutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada 2026 dapat mencapai level 6 persen.

Berita Terkait

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang
Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026
Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai
SIM Digital Kini Sah Saat Razia, Pengendara Tak Bisa Lagi Alasan Lupa Bawa SIM
Organisasi Jepang ANNYA Cari Rumah Angker di Indonesia
Tekanan Rupiah Belum Usai, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Terus Melemah

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:00 WIB

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai

Berita Terbaru

Jambi

Progres Tol Palembang–Jambi Tembus 82 Persen

Senin, 1 Jun 2026 - 03:00 WIB