Menkum Supratman Dorong Kepala Desa Terapkan Meritokrasi untuk Redam Konflik Pascapilkades

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Menteri Hukum Supratman Andi Agtas meminta para kepala desa hingga lurah meningkatkan perhatian terhadap potensi konflik yang masih tersisa setelah pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) beberapa waktu lalu. Ia menilai, sejumlah gesekan yang muncul di masyarakat kerap berakar dari rivalitas politik yang belum tuntas.

Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan atas evaluasi dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, yang menyebutkan bahwa banyak desa masih menghadapi masalah pascapilkades, terutama terkait hubungan kerja yang tidak harmonis antara calon pemenang dan pihak yang tidak mendukungnya.

Supratman menjelaskan bahwa Kementerian Hukum kini memperkuat penerapan prinsip meritokrasi hingga tingkat pemerintahan paling bawah. Menurutnya, pendekatan berbasis kompetensi itu menjadi kunci untuk menciptakan suasana kerja yang adil dan profesional dalam birokrasi desa.

Baca Juga :  Kerinci dan Jejak Melayu Tua di Pedalaman Sumatra

“Di Kemenkum, kami berkomitmen menerapkan meritokrasi secara nyata. Prinsip ini penting agar setiap aparatur dinilai dari kemampuan dan kontribusinya, bukan dari hubungan maupun keberpihakan politik,” ujar Supratman saat menghadiri Peacemaker Justice Award 2025 di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa meritokrasi dapat mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang lebih sehat, objektif, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme. Dengan sistem tersebut, kata dia, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk membangun instansi maupun desa berdasarkan kemampuan.

Lebih jauh, Supratman menilai penerapan meritokrasi dapat membantu meredam konflik internal yang biasanya mencuat setelah pilkades. “Jika sistemnya objektif, kita bisa menciptakan kompetisi yang sehat dan kepala desa maupun lurah akan lebih mudah menyelesaikan masalah di wilayahnya,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terima Laporan Lengkap Soal Banjir Sumatera, Diduga Ada Praktik Pembalakan Liar

Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto mengakui bahwa jejak persaingan pilkades masih menjadi tantangan besar yang memengaruhi harmoni sosial dan kinerja pemerintahan desa. Ia menyebutkan bahwa tidak jarang pihak yang kalah masih menyimpan rasa kecewa dalam jangka panjang dan enggan bekerja sama dengan kepala desa terpilih.

Menurut Yandri, kondisi tersebut harus segera diatasi oleh para pemimpin desa dengan membangun pola komunikasi yang kuat dan menciptakan ruang kebersamaan. “Jika seluruh unsur desa dapat berkumpul dan bekerja dalam suasana guyub, maka berbagai persoalan dapat ditangani dengan lebih mudah,” ujarnya.

Yandri berharap kepala desa terpilih mampu merumuskan pendekatan yang tepat untuk memulihkan hubungan dan menyatukan kembali warga yang sempat terbelah akibat kontestasi politik.

 

Berita Terkait

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan
Polri Siapkan Regulasi Khusus Peredaran Whip Pink Usai Kasus Kematian Influencer Lula Lahfah
Kapolres Sleman Akui Kekeliruan, Minta Maaf atas Penetapan Tersangka Hogi Minaya
Aksi Buruh Warnai Balai Kota, Gubernur Tegaskan UMP DKI 2026 Telah Final
Pemerintah Pusat Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Solusi Permanen Atasi Kemacetan Kronis Agam
Memahami Peran Kompolnas: Mitra Presiden, Bukan Pengawas Kepolisian
Pemprov DKI Jamin Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: “Lebih Baik Saya Jadi Petani”

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:45 WIB

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:49 WIB

Polri Siapkan Regulasi Khusus Peredaran Whip Pink Usai Kasus Kematian Influencer Lula Lahfah

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:06 WIB

Kapolres Sleman Akui Kekeliruan, Minta Maaf atas Penetapan Tersangka Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:00 WIB

Aksi Buruh Warnai Balai Kota, Gubernur Tegaskan UMP DKI 2026 Telah Final

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:00 WIB

Pemerintah Pusat Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Solusi Permanen Atasi Kemacetan Kronis Agam

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB