TNI Tegaskan Pembangunan 250 Batalyon Bukan Karena Ancaman Asing, Fokus pada Penguatan Postur Pertahanan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com  — Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) menepis anggapan bahwa percepatan pembangunan satuan baru, termasuk ratusan batalyon hingga tahun 2029, dipicu oleh ancaman militer dari luar negeri. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel TNI Inf Donny Pramono, Rabu (19/11/2025).

Menurut Donny, kebijakan pembentukan hingga ratusan batalyon merupakan bagian dari pengembangan kekuatan jangka panjang yang berbasis pada konsep Optimum Essential Force (OEF). Konsep tersebut dirancang untuk memastikan ketersediaan struktur pertahanan yang kuat, menyeluruh, serta mampu beradaptasi dengan dinamika keamanan nasional.

“Kebijakan ini bukan karena adanya ancaman asing tertentu yang bersifat langsung. Orientasinya adalah penguatan struktur pertahanan negara secara menyeluruh,” ujar Donny.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan satuan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kapasitas organisasi. Hingga 2025, TNI AD telah menggelar 20 Brigade Teritorial Pembangunan (Brigif TP) dan 105 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Indonesia Perkenalkan UniLeague di World Football Day PBB 2026

Satuan-satuan baru tersebut diprioritaskan untuk memperkuat pertahanan teritorial, terutama di kabupaten dan wilayah yang memiliki nilai strategis bagi kesiapsiagaan nasional.

Langkah pembangunan kekuatan ini juga selaras dengan target lintas matra. TNI AD menargetkan pembentukan 750 Batalyon Tempur (BTP) hingga 2029, sementara TNI AL berfokus pada pembentukan lima Komando Armada (Koarmada) serta lima belas Komando Daerah Maritim (Kodaeral) yang akan didukung oleh modernisasi armada berbasis teknologi informasi. Adapun TNI AU menargetkan pembangunan 33 Satuan Radar (Satrad) dan penguatan satuan pertahanan antariksa.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Ahmad Muzani Kenang Pengalaman Jadi Wartawan, Tegaskan Kemanusiaan di Atas Segalanya

Program modernisasi ini merupakan bagian dari implementasi OEF yang menjadi mandat RPJMN 2025–2029. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Kemenko Polhukam pada 29 Oktober 2025.

“Melalui Rakor ini, pemerintah memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025–2029 berjalan terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional,” jelas Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo.

Dengan langkah terukur tersebut, pemerintah berharap postur pertahanan nasional semakin solid, modern, dan mampu menjawab berbagai tantangan keamanan di masa mendatang.

Berita Terkait

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang
Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak
SIM Digital Kini Sah Saat Razia, Pengendara Tak Bisa Lagi Alasan Lupa Bawa SIM
Organisasi Jepang ANNYA Cari Rumah Angker di Indonesia
Gerindra Tegaskan Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Sah Gunakan APBN
Ketua DPD RI Dorong PLN Beralih ke Energi Alternatif Usai Blackout Sumatera
Kementerian ESDM Selidiki Penyebab Blackout Sumatera, Investigasi Menyeluruh Dilakukan
Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersamanya

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

SIM Digital Kini Sah Saat Razia, Pengendara Tak Bisa Lagi Alasan Lupa Bawa SIM

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:00 WIB

Organisasi Jepang ANNYA Cari Rumah Angker di Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gerindra Tegaskan Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Sah Gunakan APBN

Berita Terbaru

Jambi

Progres Tol Palembang–Jambi Tembus 82 Persen

Senin, 1 Jun 2026 - 03:00 WIB