Urgensi Pembentukan Perda Adat Kerinci: Hafiful Hadi Dorong Regulasi yang Aplikatif untuk Lindungi Masyarakat Hukum Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com — Isu pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat kembali menjadi sorotan dalam sebuah diskusi daring bertajuk “Pembentukan Perda Adat Kerinci” yang disiarkan melalui akun TikTok @Andiandalas45. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Hafiful Hadi Sunliensyar, M.A., seorang budayawan Kerinci sekaligus dosen sejarah di Universitas Jambi.

Dalam paparannya, Hafiful menegaskan bahwa pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang masyarakat adat merupakan langkah awal yang sangat krusial untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat. Namun, menurutnya, keberadaan Perda saja tidak cukup tanpa petunjuk teknis (Juknis) yang jelas dan aplikatif.

“Harus ada Perda di tingkat kabupaten tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat adat. Tapi setelah itu, perlu juga Juknis yang menjelaskan lebih rinci, misalnya hak masyarakat adat terhadap sumber daya alam itu seperti apa? Aturannya bagaimana di lapangan?” jelas Hafiful.

Ia menyoroti bahwa meskipun beberapa daerah telah memiliki Perda terkait, implementasinya sering kali tersendat karena tidak adanya panduan operasional yang rinci. Kondisi ini, kata Hafiful, membuat masyarakat adat kesulitan memahami batas hak mereka terhadap lahan, hutan, dan sumber daya alam di wilayah adat masing-masing.

“Misalnya ada perusahaan datang mau menyewa tanah di wilayah adat, masyarakat enggak tahu prosedurnya seperti apa. Enggak ada aturan mainnya. Nah, di sinilah pentingnya Juknis sebagai pegangan teknis,” tambahnya.

Selain soal regulasi sumber daya alam, diskusi juga menyinggung isu gelar adat (sko) yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat adat Kerinci. Para narasumber sepakat bahwa pengakuan gelar adat harus mengacu pada prinsip keaslian dan garis keturunan yang sah, seperti “dari nenek mano” atau “rumah gedang mano”, agar warisan budaya tetap terjaga.

Baca Juga :  Prof. Uli Kozok: Tidak Pernah Ada Perang Antara Kerinci dan Jambi, Hubungan Bersifat Strategis dan Kooperatif

Hafiful menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki nilai dan sistem sosial yang terbentuk secara turun-temurun, dan negara berkewajiban memastikan kelestarian itu melalui kebijakan yang berpihak.

“Tujuan utama regulasi bukan sekadar formalitas hukum, tapi memastikan nilai-nilai dan sistem adat tetap hidup. Karena itu, pembentukan Perda dan Juknis perlu segera dipercepat agar masyarakat adat terlindungi dari eksploitasi dan kehilangan hak-haknya,” tutupnya.

Berita Terkait

Festival Budaya Kerinci 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Meriahkan Dermaga Danau Kerinci
DPD PKPS Sungai Penuh Dikukuhkan, Jumadil Pimpin Organisasi Periode 2025–2030
Noka Experience Padukan Kopi dan Budaya Lokal, Warnai Festival Budaya Kerinci 2026
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Ngopi Pendidikan Islam Bersama HBA, Kakankemenag Kerinci Soroti Tantangan Madrasah Era Digital
Besok Dibuka! Festival Budaya Kerinci 2026 Hadirkan Seni, Kuliner, dan Tradisi di Danau Kerinci
Wujudkan Lalu Lintas Tertib, Polres Kerinci Tegas terhadap Knalpot Tak Standar
Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Hafiz Al-Qur’an 2026, Tekankan Pendidikan dan Akhlak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Festival Budaya Kerinci 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Meriahkan Dermaga Danau Kerinci

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:00 WIB

DPD PKPS Sungai Penuh Dikukuhkan, Jumadil Pimpin Organisasi Periode 2025–2030

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Noka Experience Padukan Kopi dan Budaya Lokal, Warnai Festival Budaya Kerinci 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Ngopi Pendidikan Islam Bersama HBA, Kakankemenag Kerinci Soroti Tantangan Madrasah Era Digital

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB