Safwandi Tegaskan: Mendapo Sudah Ada Sebelum Kolonial Belanda, Bukan Produk Penjajahan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com Pemerhati adat dan sejarah Kerinci, Safwandi, Dpt., dengan tegas menolak anggapan bahwa istilah “Mendapo” baru dikenal sejak masa kolonial Belanda. Ia menegaskan bahwa sistem sosial dan pemerintahan adat tersebut sudah lama hidup dalam struktur budaya Kerinci, jauh sebelum Belanda memasuki wilaya kerinci sekitar tahun 1900–1901.

Sebagai Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci, Safwandi menjelaskan bahwa Mendapo merupakan bagian dari sistem pemerintahan tradisional yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Kerinci. “Kalau istilah Mendapo berasal dari kata Pendopo, itu bisa kita pahami. Tapi kalau dikatakan baru muncul di zaman Belanda, kami sangat tidak sepakat,” ujarnya tegas.

Ia menilai tidak ada dasar ilmiah yang kuat untuk mengaitkan kemunculan Mendapo dengan masa perundingan antara Belanda dan para pemimpin adat seperti Depati, Ninik Mamak, Alim Ulama, serta Hulubalang di Kerinci. “Kalau mau bicara sejarah, harus ada sumber. Jangan hanya berdasarkan asumsi,” tegasnya lagi.

Baca Juga :  Mobil Double Cabin Terjun ke Jurang Sungai di Muara Hemat, Dua Korban Masih Hilang

Safwandi juga menyinggung keberadaan gelar adat “Sigumi Putih Tanah Mendapo” di wilayah Semurup sebagai bukti bahwa sistem tersebut sudah lama dikenal jauh sebelum kolonialisme Belanda menyentuh Kerinci. “Itu sudah ada sejak lama, bukan warisan penjajahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam sistem Mendapo, para Depati memegang peran sentral dalam mengatur pemerintahan adat, hukum, dan pengelolaan sumber daya alam secara kolektif. Sistem ini menjadi pondasi harmoni sosial masyarakat Kerinci selama berabad-abad.

Baca Juga :  Waspada! Akun Facebook Mengatasnamakan Bupati Kerinci Dipastikan Palsu

Bukti arkeologis seperti Prasasti Tanduk dari Mendapo Rawang juga memperkuat keberadaan sistem Mendapo pada masa lampau, meski tidak ada catatan tertulis yang menentukan kapan sistem itu pertama kali muncul. “Sistem Mendapo tumbuh alami dari tradisi dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

Meski mengalami perubahan besar setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 yang menyeragamkan pemerintahan desa di seluruh Indonesia, Safwandi menegaskan bahwa nilai-nilai adat Mendapo tetap terjaga dalam praktik kehidupan masyarakat Kerinci hingga saat ini.

“Mendapo bukan sekadar sistem pemerintahan adat, tetapi juga simbol kedaulatan, kebersamaan, dan identitas budaya Kerinci,” tutup Safwandi dengan penuh keyakinan.

Berita Terkait

HIPMI Kerinci Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap
Jejak Pengabdian di Kerinci Berakhir, Langkah AKP Very Prasetyawan Berlanjut ke Tebo
HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi
Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat
H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030
Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota
Waka Polres Kerinci Cek SPBU Kumun, Pengawasan BBM Bersubsidi Diperketat
Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:42 WIB

HIPMI Kerinci Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Jejak Pengabdian di Kerinci Berakhir, Langkah AKP Very Prasetyawan Berlanjut ke Tebo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03 WIB

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:24 WIB

H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030

Berita Terbaru