Siklon Tropis Senyar Dekati Aceh: BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem untuk Sejumlah Wilayah Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan cuaca terkini setelah Bibit Siklon Tropis 95B di kawasan Selat Malaka berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Sistem ini terpantau bergerak perlahan menuju daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam dan membawa potensi hujan ekstrem serta angin kencang.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa suhu perairan yang hangat di Selat Malaka memicu suplai uap air besar ke atmosfer, memunculkan pertumbuhan awan konvektif masif di wilayah utara Sumatera. Pusat Siklon Senyar kini berada di koordinat 5.0° LU dan 98.0° BT, dengan tekanan minimum 998 hPa dan kecepatan angin maksimum mencapai 43 knot atau sekitar 80 km/jam.

“Dalam 24 jam ke depan, sistem ini masih bergerak dari barat menuju barat daya dan bertahan di daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 4 knot. Setelah 48 jam, kekuatannya diperkirakan melemah menjadi depresi tropis,” ujar Faisal dalam konferensi pers di Command Center MHEWS, Jakarta.

Baca Juga :  Pemerintah dan DPR Sepakati BPIH 2027, Biaya Jemaah Rata-Rata Rp54,65 Juta

BMKG menekankan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Ancaman bencana hidrometeorologi—mulai dari banjir, banjir pesisir, tanah longsor, hingga pohon tumbang—patut diantisipasi terutama di wilayah:

1. Aceh

2. Sumatera Utara

3. Riau

4. Kepulauan Riau

5. Sumatera Barat

6. Kawasan sekitar Selat Malaka

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa Senyar dapat memicu hujan sangat lebat di Aceh dan Sumut, sementara wilayah Sumbar dan Riau berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Angin kencang diprediksi melanda Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri, dan Riau.

Dari sektor kelautan, BMKG mencatat potensi gelombang kategori:

Baca Juga :  Eks Ketua KONI Dituntut 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Sedang (1,25–2,5 meter): Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumut, Perairan Rokan Hilir.

Tinggi (2,5–4,0 meter): Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, hingga Samudra Hindia barat Aceh–Nias.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan bahwa fenomena siklon tropis di dekat Selat Malaka tergolong jarang mengingat wilayah Indonesia yang dekat ekuator tidak ideal bagi pembentukan siklon. Namun, dalam lima tahun terakhir, semakin banyak siklon yang bergerak mendekati Indonesia dan membawa dampak signifikan.

BMKG menghimbau pemerintah daerah, masyarakat, pelaku pelayaran, dan sektor transportasi agar mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

“Informasi ini bukan untuk menciptakan kepanikan, melainkan memperkuat kesiapsiagaan. Prinsip awas, siaga, selamat harus diterapkan agar peringatan dini dapat diikuti tindakan cepat menuju zero victim,” tutup Faisal.

 

Berita Terkait

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:47 WIB

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik

Berita Terbaru