Turis Asing ke Jepang Turun Tajam Awal 2026, Dampak Ketegangan Politik dengan China

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Jepang mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2026. Ini menjadi penurunan pertama dalam empat tahun terakhir, setelah sebelumnya sektor pariwisata terus menunjukkan tren pemulihan pascapandemi.

Berdasarkan data resmi dari Japan National Tourism Organization, jumlah wisatawan asing yang datang pada Januari tercatat sebanyak 3.597.500 orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Melansir The Asahi Shimbun, Sabtu (21/2/2026), Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh merosotnya jumlah wisatawan dari China yang turun drastis hingga 60,7 persen. Situasi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan politik antara kedua negara, yang berdampak langsung pada minat warga China untuk berkunjung ke Jepang.

Baca Juga :  Serangan AS–Israel Hantam Fasilitas Minyak Iran, Puluhan Tewas dan Luka-luka

Ketegangan ini mencuat setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terkait situasi darurat di Taiwan, yang memicu reaksi keras dari pemerintah China. Menanggapi hal tersebut, pemerintah China bahkan mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang, khususnya menjelang musim liburan.

Di sisi lain, wisatawan dari Korea Selatan justru menunjukkan peningkatan signifikan. Negara tersebut menjadi penyumbang wisatawan terbesar dengan 1.176.000 kunjungan, naik 21,6 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, wisatawan dari Taiwan juga meningkat menjadi 694.500 kunjungan, atau naik 17 persen.

Selain China, beberapa wilayah lain seperti Hong Kong dan Malaysia juga mencatat penurunan jumlah wisatawan. Perubahan jadwal libur Tahun Baru Imlek turut memengaruhi distribusi kedatangan wisatawan, karena tahun ini periode liburan jatuh lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Liburan ke Jepang Kian Menguras Kantong, Visa dan Pajak Turis Naik Tajam

Sebelumnya, jumlah wisatawan China sempat mengalami peningkatan kecil pada akhir 2025. Namun tren tersebut tidak bertahan lama, karena pada Desember terjadi penurunan tajam yang berlanjut hingga awal tahun 2026.

Situasi ini menjadi tantangan baru bagi industri pariwisata Jepang, yang sebelumnya berhasil bangkit setelah pembatasan perjalanan akibat pandemi COVID-19. Pemerintah Jepang kini diharapkan dapat menjaga stabilitas hubungan internasional demi mempertahankan pertumbuhan sektor pariwisata yang menjadi salah satu pilar penting ekonomi negara tersebut.

Berita Terkait

Ayo Berwisata Lebaran 2026 ke Kerinci dan Sungai Penuh, Nikmati Surga Alam di Jantung Jambi
Kemenbud dan Kemenpar Perkuat Kolaborasi Dorong Wisata Berbasis Warisan Budaya
Destinasi Wisata Danau Kaco Manjunto Lempur Ditutup Sementara, Ini Alasannya
Jalur Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Warga Gelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Gunung
Liburan ke Jepang Kian Menguras Kantong, Visa dan Pajak Turis Naik Tajam
Festival Budaya Kerinci 2025 “Balik Kudahin” Harus Keluar dari Jerat “Pamer Kostum”
Menpar Tanggapi Kebijakan Trump, Pariwisata Jadi Andalan Hadapi Tekanan Global
Melihat Kemeriahan Festival Balon Udara di Wonosobo Saat Libur Lebaran

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 23:01 WIB

Ayo Berwisata Lebaran 2026 ke Kerinci dan Sungai Penuh, Nikmati Surga Alam di Jantung Jambi

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:00 WIB

Kemenbud dan Kemenpar Perkuat Kolaborasi Dorong Wisata Berbasis Warisan Budaya

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:00 WIB

Turis Asing ke Jepang Turun Tajam Awal 2026, Dampak Ketegangan Politik dengan China

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:27 WIB

Destinasi Wisata Danau Kaco Manjunto Lempur Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:00 WIB

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Warga Gelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Gunung

Berita Terbaru