Jakarta, Pribhumi.com – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan membuat tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini dapat memicu rasa lemas, sakit kepala, sulit konsentrasi, hingga dehidrasi apabila kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik. Karena itu, pengaturan minum air putih menjadi kunci penting agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Tubuh yang kekurangan cairan bisa berdampak pada stamina, suasana hati, hingga sistem pencernaan. Maka dari itu, mencukupi kebutuhan air putih saat berbuka dan sahur harus dilakukan dengan cara yang benar, bukan dengan minum berlebihan sekaligus atau justru terlalu sedikit.
Berdasarkan anjuran World Health Organization (WHO), orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 8–10 gelas air per hari atau setara 2–2,5 liter. Saat Ramadan, jumlah ini tetap berlaku, hanya saja waktu minumnya dibagi antara berbuka hingga sahur.
Saat berbuka puasa, dianjurkan memulai dengan 1–2 gelas air putih untuk mengganti cairan yang hilang. Setelah itu, minum dapat dilakukan secara bertahap, misalnya sekitar satu gelas kecil setiap 30–60 menit hingga menjelang waktu tidur. Cara ini membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal dan mengurangi risiko kembung.
Ketika sahur, sebaiknya minum 2–3 gelas air putih yang dikombinasikan dengan makanan bergizi seimbang. Asupan cairan yang stabil sebelum imsak membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi lebih lama selama menjalani puasa.
Selain memperhatikan jumlah air, penting juga membatasi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh. Minuman tinggi gula juga sebaiknya tidak berlebihan karena bisa memicu rasa haus lebih cepat. Pilihan yang lebih baik adalah air putih, air kelapa secukupnya, air lemon tanpa gula, atau sup bening.
Tak hanya dari minuman, cairan juga bisa diperoleh dari makanan yang mengandung banyak air. Buah dan sayuran seperti semangka, jeruk, mentimun, dan tomat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Yogurt juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air sekaligus nutrisi penting bagi pencernaan.
Saat sahur, hindari makanan terlalu asin dan gorengan karena dapat memicu rasa haus berlebihan di siang hari. Pilihlah menu yang mengandung protein, serat, serta karbohidrat kompleks seperti telur, oat, buah-buahan, dan kacang-kacangan dalam porsi wajar.
Dengan pola minum yang teratur, pilihan makanan yang tepat, serta pembagian waktu konsumsi air secara bertahap, tubuh tetap bisa terhidrasi dengan baik selama Ramadan. Konsistensi inilah yang membantu mencegah dehidrasi, menjaga energi, dan membuat ibadah puasa berjalan lebih nyaman.











