KERINCI, Pribhumi.com — Bupati Kerinci, Monadi, angkat bicara terkait isu penyusutan air Danau Kerinci yang belakangan menjadi perhatian luas masyarakat. Ia menilai persoalan tersebut merupakan hal teknis yang perlu dijelaskan secara resmi oleh instansi yang memiliki kewenangan serta kompetensi dalam pengelolaan sumber daya air.
Menurut Monadi, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) merupakan pihak yang berwenang memberikan penjelasan ilmiah dan teknis terkait kondisi serta faktor penyebab berkurangnya debit air danau tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin menyampaikan informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Penjelasan teknis sebaiknya disampaikan oleh pihak yang memiliki otoritas dan keahlian di bidangnya agar informasi yang diterima masyarakat benar dan tidak menimbulkan persepsi keliru,” ujar Monadi Kepada Media Andalas Group, Selasa (10/2/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini Pemerintah Kabupaten Kerinci belum menerima rekomendasi resmi dari DPRD Kabupaten Kerinci terkait hasil peninjauan lapangan terhadap kondisi Danau Kerinci yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut setelah menerima laporan dan rekomendasi dari legislatif serta melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait.
Penyusutan permukaan air Danau Kerinci sendiri mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat di wilayah sekitarnya. Danau yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga tidak hanya menopang sektor ekonomi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Kerinci.
Menurunnya debit air berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan tradisional. Area tangkapan ikan yang semakin menyempit menyebabkan hasil tangkapan berkurang, sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Di sisi lain, penyusutan air danau juga berpotensi mengganggu ketersediaan air bagi sektor pertanian. Danau Kerinci selama ini menjadi salah satu sumber pengairan utama bagi lahan persawahan dan perkebunan warga di sekitarnya.
Kondisi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian ekosistem danau. Jika penyusutan air terus terjadi, dikhawatirkan dapat mempengaruhi habitat ikan serta keseimbangan lingkungan di kawasan Danau Kerinci.
Selain memiliki fungsi ekologis dan ekonomi, Danau Kerinci juga dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kerinci. Penurunan volume air berpotensi mengurangi daya tarik wisata dan berdampak pada pelaku usaha pariwisata lokal.
Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dan sinergi berbagai pihak untuk menjaga kelestarian Danau Kerinci agar tetap menjadi sumber kehidupan serta warisan alam yang dapat dinikmati generasi mendatang.










