Jakarta, Pribhumi.com — Manohara Odelia Pinot menyuarakan keberatannya terhadap penyebutan “mantan istri” yang kerap dilekatkan pada dirinya dalam berbagai pemberitaan media. Melalui sebuah surat terbuka yang diunggah di media sosial, Manohara menegaskan bahwa label tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ia alami.
Dalam pernyataannya, Manohara menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi pada masa remajanya tidak dapat dikategorikan sebagai hubungan romantis, apalagi pernikahan yang sah dan disetujui secara sukarela. Ia menekankan bahwa situasi tersebut berlangsung saat dirinya masih di bawah umur dan berada dalam kondisi penuh tekanan.
Manohara menyebut, penggunaan istilah “mantan istri” seolah menggambarkan adanya hubungan pernikahan yang legal dan atas dasar persetujuan dua orang dewasa. Menurutnya, hal itu justru mengaburkan fakta dan mengubah realitas pengalaman pahit yang ia alami menjadi seolah-olah hubungan yang normal dan sah.
Ia juga menegaskan bahwa dalam kondisi tersebut, dirinya tidak memiliki kebebasan maupun kemampuan untuk memberikan persetujuan. Oleh karena itu, Manohara menilai penyebutan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi menyesatkan publik.
Melalui surat terbukanya, Manohara secara tegas meminta media, editor, penulis, hingga platform digital untuk menghentikan penggunaan label tersebut saat merujuk pada dirinya. Ia menilai kelanjutan penggunaan istilah yang tidak akurat itu bertentangan dengan prinsip jurnalisme yang etis dan bertanggung jawab.
Sebagai informasi, nama Manohara sempat menjadi sorotan publik pada 2009 setelah ibundanya mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami putrinya. Kini, Manohara memilih menjalani kehidupan jauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan dan aktif sebagai aktivis perlindungan satwa liar.










