Makna dan Sejarah Sa’i di Bukit Shafa-Marwah dalam Ibadah Haji dan Umrah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Bukit Shafa dan Marwah memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Kedua tempat ini menjadi lokasi dilaksanakannya sa’i, yakni berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali sebagai bagian dari rukun ibadah tersebut.

Ritual sa’i bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam. Ibadah ini berakar dari kisah perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, saat berusaha mencari air untuk putranya, Nabi Ismail, di wilayah Makkah yang saat itu masih berupa padang pasir tandus.

Dalam kondisi tanpa sumber air dan makanan, Siti Hajar berulang kali berlari antara Bukit Shafa dan Marwah demi mencari pertolongan. Upaya tersebut dilakukan sebanyak tujuh kali, hingga akhirnya Allah SWT menurunkan pertolongan melalui Malaikat Jibril yang memunculkan mata air Zamzam. Air inilah yang kemudian menjadi sumber kehidupan di kawasan tersebut hingga sekarang.

Baca Juga :  Makna Ulul Azmi dan Kisah 5 Rasul Pilihan dengan Keteguhan Luar Biasa

Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar disyariatkannya ibadah sa’i dalam haji dan umrah, sebagai simbol keteguhan, usaha, dan tawakal kepada Allah SWT.

Secara geografis, Bukit Shafa dan Marwah terletak di kawasan Masjidil Haram, di sebelah timur Ka’bah. Jarak antara kedua bukit ini sekitar 500 meter. Saat ini, area tersebut telah berada dalam bangunan tertutup dengan jalur yang dilapisi marmer dan dirancang untuk memudahkan jamaah.

Baca Juga :  Oknum Polisi di Jambi Diduga Gelapkan Mobil, Bripda MI Ditahan di Patsus

Pelaksanaan sa’i dimulai dari Bukit Shafa. Jamaah terlebih dahulu menghadap Ka’bah untuk berdoa sebelum berjalan menuju Marwah. Di tengah perjalanan terdapat area khusus yang ditandai lampu hijau, tempat jamaah laki-laki dianjurkan untuk berlari kecil, mengikuti jejak Siti Hajar.

Setibanya di Marwah, jamaah kembali menuju Shafa, dan proses ini diulang hingga mencapai tujuh lintasan, dengan akhir perjalanan di Bukit Marwah. Sepanjang pelaksanaan sa’i, jamaah dianjurkan memperbanyak zikir dan doa.

Dengan makna historis dan spiritual yang kuat, sa’i menjadi simbol ketekunan dan keimanan, sekaligus mengingatkan umat Islam akan pentingnya usaha dan keyakinan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

 

Berita Terkait

5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah
10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha
Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui
Jadwal dan Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Lengkap dengan Jenis Takbir
5 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Awet
Pembagian Daging Kurban yang Benar Sesuai Syariat Islam
Libur Idul Adha 2026 Resmi Ditetapkan, Cek Jadwal Tanggal Merah dan Potensi Long Weekend
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:00 WIB

5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:00 WIB

Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jadwal dan Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Lengkap dengan Jenis Takbir

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:00 WIB

5 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Awet

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB