Kemenag Targetkan Materi Edukasi LGBTQ Masuk Kurikulum pada Awal Tahun Ajaran 2027

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com– Kementerian Agama (Kemenag) berencana memasukkan materi edukasi mengenai pencegahan penyebaran budaya LGBTQ ke dalam kurikulum pendidikan. Program tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada akhir 2026 atau paling lambat pada awal tahun ajaran baru 2027.

Rencana itu disampaikan Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ yang berlangsung pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan pemuka agama serta kalangan akademisi untuk membahas penyusunan materi edukasi yang akan digunakan.

Menurut Romo Syafi’i, penerapan program ini akan dilakukan setelah materi selesai dibahas dan dinyatakan siap. Pemerintah berharap pendekatan edukasi dapat menjadi salah satu upaya untuk menyampaikan pemahaman mengenai isu LGBTQ di lingkungan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan materi masih memerlukan pembahasan bersama agar dapat menjadi acuan yang digunakan secara konsisten. Jika persiapan rampung sesuai rencana, penerapannya dapat dimulai pada penghujung 2026.

Baca Juga :  Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Materi Edukasi Disiapkan untuk Pemuka Agama

Selain direncanakan masuk ke kurikulum, materi yang disusun Kemenag juga akan menjadi bahan rujukan bagi pemuka dan penyuluh agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Romo Syafi’i menyebut keterlibatan para ahli dan tokoh agama diperlukan untuk menghasilkan materi yang dapat digunakan dalam kegiatan edukasi keagamaan. Dengan adanya acuan tersebut, penyampaian informasi diharapkan memiliki landasan yang jelas dan terarah.

Kemenag juga berencana menggunakan pendekatan keagamaan dengan mempertimbangkan pandangan berbagai agama yang dianut masyarakat Indonesia. Pembahasan ini mencakup perspektif ajaran agama mengenai keluarga, pernikahan, hubungan antarmanusia, serta keturunan.

Menurutnya, setiap agama memiliki landasan ajaran dan penafsiran masing-masing. Karena itu, perspektif keagamaan akan menjadi salah satu unsur yang dibahas dalam penyusunan materi tersebut.

Penguatan Keluarga Turut Menjadi Perhatian

Dalam forum yang sama, Kemenag turut menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membangun lingkungan yang mendukung perkembangan anak. Upaya tersebut mencakup penguatan nilai-nilai keagamaan serta komunikasi yang terbuka di antara anggota keluarga.

Baca Juga :  Indonesia Tempati Posisi Delapan Asian Para Games 2026, Kadek Dwi dan Fadli Ukir Prestasi

Romo Syafi’i menekankan bahwa hubungan keluarga perlu dibangun melalui komunikasi yang hangat, rasa saling menghormati, dan kepercayaan. Suasana tersebut dinilai penting agar anak merasa nyaman untuk berdiskusi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Orang tua juga diharapkan mampu membangun hubungan yang positif dengan anak melalui pendampingan dan dialog yang baik. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi lingkungan utama bagi anak untuk memperoleh arahan, dukungan, dan pemahaman dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

Hingga saat ini, target penerapan materi edukasi tersebut masih bergantung pada penyelesaian pembahasan dan kesiapan bahan yang akan digunakan. Kemenag menargetkan proses integrasi dapat dimulai pada akhir 2026 atau paling lambat awal tahun ajaran 2027. (Dta)

Berita Terkait

Dokter Ungkap Fakta Penggunaan Oksigen Saat Kabut Asap Karhutla, Ini yang Perlu Diketahui
KPK Usul Harta Tak Dilaporkan Dirampas, Sahroni Ingatkan Potensi Pelanggaran HAM
Kurangi Kemacetan Libur Nataru, Kemenhub Ajukan WFH pada Tiga Tanggal Ini
Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak
Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet
Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan
Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Kemenag Targetkan Materi Edukasi LGBTQ Masuk Kurikulum pada Awal Tahun Ajaran 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Dokter Ungkap Fakta Penggunaan Oksigen Saat Kabut Asap Karhutla, Ini yang Perlu Diketahui

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:47 WIB

KPK Usul Harta Tak Dilaporkan Dirampas, Sahroni Ingatkan Potensi Pelanggaran HAM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kurangi Kemacetan Libur Nataru, Kemenhub Ajukan WFH pada Tiga Tanggal Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak

Berita Terbaru