Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengamati perkembangan sistem cuaca di kawasan Laut Andaman setelah siklon tropis ARNAB bergerak menjauhi Indonesia. Kemunculan sirkulasi siklonik baru di wilayah tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah daerah, khususnya bagian utara Pulau Sumatera.

Sistem siklonik dengan kode 98B pertama kali terpantau sejak 19 Oktober 2026. Awalnya, sistem ini memiliki sirkulasi yang relatif lemah sebelum berkembang menjadi siklon tropis ARNAB di Teluk Benggala.

Kini, BMKG mendeteksi peluang terbentuknya sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman mulai Selasa (27/10/2026). Meski demikian, berdasarkan hasil pemodelan cuaca, kemungkinan sistem tersebut menguat dalam 24 jam mendatang masih tergolong rendah.

Potensi Hujan di Aceh dan Sumatera Utara

Keberadaan sirkulasi siklonik baru dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara. Kondisi ini berpotensi mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Baca Juga :  Lautaro Martinez Kenang Lionel Messi: Perpisahan yang Tak Pernah Diinginkan Argentina

Wilayah yang perlu mencermati perkembangan cuaca tersebut meliputi sebagian Aceh dan Sumatera bagian utara. Masyarakat di daerah terdampak diimbau memperhatikan informasi cuaca terbaru, terutama apabila melakukan aktivitas di luar ruangan.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga hari ke depan, sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman berpotensi berkembang dan bergerak ke arah barat-barat laut, sehingga semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Meski arahnya diperkirakan menjauh, sistem tersebut masih berpeluang memengaruhi pola pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Aceh.

BMKG akan terus melakukan pemantauan selama satu hingga dua hari mendatang dengan mengandalkan data pengamatan meteorologi, analisis dinamika atmosfer, serta citra satelit. Apabila ditemukan perkembangan yang berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi Indonesia, informasi terbaru akan disampaikan melalui saluran resmi BMKG.

Siklon ARNAB Diperkirakan Menguat Sebelum Melemah

Sementara itu, siklon tropis ARNAB diprakirakan bergerak ke arah barat laut dalam 24 jam ke depan. Sistem tersebut diperkirakan berada di sekitar 16,2 derajat Lintang Utara dan 82,8 derajat Bujur Timur, dengan potensi peningkatan kecepatan angin maksimum hingga 70 knot.

Baca Juga :  Bawa Nama Kerinci, Randi Vitora Raih Gelar Pemuda Pelopor Provinsi Jambi 2026

Dalam kurun waktu 48 jam berikutnya, ARNAB diprediksi mulai melemah saat memasuki wilayah daratan India, tepatnya di sekitar 18,5 derajat Lintang Utara dan 81,5 derajat Bujur Timur.

Pelemahan diperkirakan berlanjut hingga 72 jam ke depan. Pada tahap tersebut, siklon ARNAB diproyeksikan turun menjadi kategori Tropical Low atau sistem tekanan rendah tropis di sekitar 22,0 derajat Lintang Utara dan 81,49 derajat Bujur Timur.

Karena lintasannya diperkirakan semakin menjauh dari Indonesia, siklon tropis ARNAB diprediksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca maupun perairan Indonesia, termasuk kawasan Sumatera bagian utara.

Masyarakat tetap disarankan mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan sedang hingga lebat di wilayah masing-masing. (Dta)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya
Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial
Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi
IHSG Anjlok 1,22%, MBSS Dapat Kontrak Rp6 Triliun dan BUMI Ekspansi ke Australia
BMKG Petakan Wilayah Berisiko Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya
Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:41 WIB

Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:36 WIB

Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:25 WIB

IHSG Anjlok 1,22%, MBSS Dapat Kontrak Rp6 Triliun dan BUMI Ekspansi ke Australia

Berita Terbaru