Serangan Drone Rusia Hantam Stasiun di Dnipro, Jumlah Korban Meninggal Capai 14 Jiwa

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dnipro, Pribhumi.com – Situasi keamanan di Ukraina kembali memburuk setelah serangan udara Rusia menyasar sejumlah wilayah, termasuk fasilitas transportasi kereta api di Kota Dnipro. Insiden tersebut menyebabkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 14 orang.

Mengutip laporan Reuters, Jumat (30/10/2026), serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone itu merupakan bagian dari gelombang serangan yang mengguncang beberapa kota di Ukraina. Peristiwa ini terjadi ketika kesepakatan penghentian tembakan secara terbatas di kawasan Kherson selatan sempat memberikan harapan bagi meredanya konflik.

Perdana Menteri Ukraina, Sergiy Koretskyi, mengecam keras serangan yang disebutnya menyasar masyarakat sipil. Melalui unggahan di Telegram, ia menyebut warga yang berada di dalam kereta, kawasan stasiun, hingga bangunan tempat tinggal turut menjadi sasaran.

Baca Juga :  Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Selain tragedi di Dnipro, serangan Rusia juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa di dua kota lainnya. Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat rentetan serangan tersebut.

Ibu kota Kyiv turut mengalami serangan rudal menjelang pukul 23.00 waktu setempat. Administrasi militer kota mengonfirmasi satu orang meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Baca Juga :  Andalas Award Ke-6 dan HUT Media Andalas Group Berjalan Sukses

Dampak serangan juga terlihat dari sejumlah gudang yang dilaporkan terbakar. Sementara itu, material bangunan yang berjatuhan akibat ledakan merusak sebuah gedung di kawasan timur Sungai Dnipro.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebelumnya turut mengecam gelombang serangan tersebut. Ia menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang sangat kejam karena berlangsung ketika berbagai pihak tengah mengharapkan adanya upaya untuk menurunkan eskalasi konflik.

Rangkaian serangan terbaru ini kembali memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan di Ukraina, terutama bagi masyarakat sipil yang masih berada di tengah berkepanjangannya konflik bersenjata. (Hst)

Berita Terkait

Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun ke BPJS Kesehatan, Pembayaran Klaim RS Dikebut
The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye
Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027
AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi
Kabut Asap Selimuti Singapura, Distribusi Masker N95 Gratis Jadi Sorotan
Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Stasiun di Dnipro, Jumlah Korban Meninggal Capai 14 Jiwa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun ke BPJS Kesehatan, Pembayaran Klaim RS Dikebut

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:47 WIB

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye

Berita Terbaru