Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi perbincangan mengenai ancaman pemutusan konektivitas internet Indonesia yang ramai dibahas di media sosial setelah muncul unggahan mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee.

Meutya mengimbau masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terhadap pernyataan tersebut. Menurutnya, hubungan infrastruktur digital Indonesia dan Singapura memiliki keterkaitan yang erat sehingga kedua negara sama-sama berkepentingan menjaga kelancaran konektivitas internet.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (27/10/2026), Meutya menjelaskan bahwa sejumlah besar Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang terhubung ke Singapura melewati wilayah perairan Indonesia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konektivitas digital kedua negara tidak dapat dipandang sebagai hubungan satu arah. Gangguan terhadap jalur kabel bawah laut berpotensi memengaruhi layanan komunikasi di kedua negara.

“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” tulis Meutya melalui akun Instagram @meutya_hafid.

Ia juga mengingatkan adanya potensi dampak terhadap konektivitas Singapura apabila jalur kabel laut tersebut mengalami kerusakan atau terputus.

Baca Juga :  Menkomdigi Meutya Hafid Ungkap Dugaan 70 Persen Data Bansos Tidak Akurat

“Jika terpotong atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh,” sambungnya.

Pasar Digital Indonesia Jadi Faktor Penting

Selain infrastruktur kabel bawah laut, Meutya menyoroti besarnya pasar digital Indonesia yang memiliki peran penting dalam perkembangan industri teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Dengan jumlah penduduk dan pengguna internet yang besar, Indonesia menjadi salah satu pasar potensial bagi perusahaan teknologi internasional. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan daya tarik investasi digital di negara-negara kawasan, termasuk Singapura.

Meutya menyebut jumlah penduduk Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Singapura.

Menurutnya, skala pasar Indonesia menjadi salah satu faktor yang patut diperhitungkan dalam melihat hubungan ekonomi digital kedua negara.

“Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa hubungan digital Indonesia dan Singapura tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga melibatkan kepentingan ekonomi, investasi, serta aktivitas masyarakat yang bergantung pada layanan internet.

Infrastruktur Internet Tak Semestinya Jadi Alat Ancaman

Meutya menegaskan, infrastruktur digital lintas negara seharusnya dipandang sebagai bagian dari kepentingan bersama. Jaringan kabel bawah laut dan konektivitas internasional memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi, aktivitas bisnis, serta pertukaran data antarnegara.

Baca Juga :  Prestasi bersejarah ditorehkan atlet panahan Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, raih Bonus fantastis 

Karena itu, ia mengingatkan agar isu mengenai konektivitas digital tidak berkembang menjadi persoalan yang memicu ketegangan di antara masyarakat kedua negara.

Menurutnya, keberlangsungan jaringan komunikasi internasional perlu dijaga melalui kerja sama dan pemahaman terhadap kepentingan masing-masing pihak.

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,” tegasnya.

Pernyataan Meutya muncul setelah unggahan Calvin Cheng Ern Lee di media sosial X kembali menjadi perhatian publik. Unggahan tersebut menyinggung ketergantungan konektivitas internet Indonesia terhadap jalur jaringan yang terhubung melalui Singapura.

Perbincangan itu kemudian memunculkan respons mengenai posisi strategis kedua negara dalam ekosistem digital regional.

Meski demikian, pentingnya jaringan kabel laut bagi konektivitas internasional membuat persoalan tersebut perlu dilihat dari perspektif teknis dan kepentingan bersama, bukan semata-mata sebagai persaingan antara Indonesia dan Singapura. (Dla)

Berita Terkait

Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan
Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya
Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial
Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi
IHSG Anjlok 1,22%, MBSS Dapat Kontrak Rp6 Triliun dan BUMI Ekspansi ke Australia
BMKG Petakan Wilayah Berisiko Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya
Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:41 WIB

Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB