Jambi Terancam Bencana Ekologis Besar: Walhi Desak Pemerintah Hentikan Kerusakan Hutan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.comWahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Jambi kembali mengeluarkan peringatan keras terkait potensi bencana ekologis yang mengintai sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Banjir bandang, tanah longsor, hingga krisis fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) disebut semakin nyata akibat tingginya tingkat penggundulan hutan dalam dua dekade terakhir.

Direktur Walhi Jambi, Oscar Anugerah, menyebut kondisi tersebut mengkhawatirkan, terutama ketika provinsi ini telah memasuki puncak musim penghujan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin industri ekstraktif yang terbukti menjadi penyebab utama degradasi lingkungan.

“Provinsi Jambi sedang berada dalam ambang bencana ekologis yang sama dengan provinsi tetangga yang baru berduka,” ujar Oscar di Jambi, Senin (8/12/2025).

Hutan Jambi Hilang Hampir 1 Juta Hektare

Walhi Jambi mencatat, berdasarkan analisis data 2001–2024, Jambi telah kehilangan 993.453 hektare tutupan hutan. Kerusakan ini paling masif terjadi di hulu DAS Batanghari dan Pengabuan Lagan, yang merupakan penopang utama ekosistem air dan pencegah bencana.

Baca Juga :  Andalas Award 2025: Ajang Apresiasi dan Inspirasi Anak Negeri dari Bhumi Sakti Alam Kerinci hingga Provinsi Jambi

Oscar menekankan bahwa kerusakan ini bukan semata-mata akibat faktor alam.

“Kerusakan masif ini dilakukan oleh tangan-tangan serakah yang bersembunyi di balik legalitas dan pembiaran,” katanya.

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi menyampaikan bahwa wilayah Jambi akan dilanda hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dalam tiga hari ke depan. Cuaca ekstrem ini, menurut Oscar, hanya menjadi pemicu. Penyebab utama tetaplah kerusakan lingkungan yang sudah terjadi bertahun-tahun.

Deforestasi Didominasi Sektor Perizinan

Data Walhi menunjukkan sektor Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) merupakan penyumbang terbesar deforestasi. Dengan luas izin mencapai 530.000 hektare, PBPH menyumbang 53,35% dari total kerusakan tutupan lahan di Jambi.

“Ratusan ribu hektare lahan kritis di hulu DAS telah menjadi milik perizinan ini. Risiko banjir di hilir akan terus meningkat,” jelas Oscar.

Selain PBPH, pertambangan emas tanpa izin (PETI) juga menghancurkan 44.387 hektare hutan, dengan Kabupaten Sarolangun sebagai titik terparah mencapai 14.900 hektare.

Baca Juga :  Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

Taman Nasional Pun Jadi Korban

Area konservasi seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kehilangan 39.000 hektare dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) kehilangan 890 hektare. Dua kawasan yang seharusnya menjadi benteng terakhir ekologis justru ikut tergerus aktivitas ilegal dan perizinan bermasalah.

Yang lebih memprihatinkan, saat ini terdapat tiga perusahaan yang mengajukan izin PBPH baru dengan total luas 32.661 hektare.

Walhi Desak Pemerintah Bertindak

Melihat tren kerusakan yang terus membesar, Walhi mendesak Pemerintah Provinsi Jambi berpihak pada kelestarian lingkungan. Oscar menuntut tanggung jawab serta langkah pemulihan ekologis secara cepat dan terukur.

“Pemerintah harus melakukan pemulihan dan evaluasi total terhadap seluruh izin industri yang merusak hutan sebelum bencana besar benar-benar terjadi,” tutupnya.

Berita Terkait

Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara
Safwandi, Tokoh Adat dan Media Lokal yang Konsisten Jaga Identitas Budaya Kerinci
443 Jamaah Haji Jambi Terbang ke Arab Saudi via Batam
Penyelundupan 375 Gram Emas Ilegal Digagalkan di Bandara Sultan Thaha Jambi
Mahout di Jambi Jadi Garda Terdepan Jinakkan Konflik Gajah dan Manusia
Warga Muaro Jambi Gagal Umrah Diduga Tertipu Travel
Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit
Ombudsman Jambi Klarifikasi Isu Siswa MTs Laboratorium Tak Bisa Ikut Ujian karena Tunggakan SPP

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:21 WIB

Safwandi, Tokoh Adat dan Media Lokal yang Konsisten Jaga Identitas Budaya Kerinci

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

443 Jamaah Haji Jambi Terbang ke Arab Saudi via Batam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:00 WIB

Penyelundupan 375 Gram Emas Ilegal Digagalkan di Bandara Sultan Thaha Jambi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:00 WIB

Mahout di Jambi Jadi Garda Terdepan Jinakkan Konflik Gajah dan Manusia

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB