Jakarta, Pribhumi.com — Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Iran melancarkan serangan balasan menyusul gempuran rudal yang sebelumnya dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke wilayahnya.
Salah satu serangan terbaru Iran dilaporkan terjadi di Doha, Qatar, pada Sabtu malam (28/2) waktu setempat. Serangan tersebut menargetkan pangkalan militer Al Udeid, fasilitas strategis milik AS yang terletak di dekat ibu kota Qatar.
Seorang diplomat mengungkapkan kepada Agence France-Presse bahwa serangan itu melibatkan 44 rudal dan delapan drone. Akibatnya, sistem radar di pangkalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan. Delapan orang disebut mengalami luka-luka, dengan satu korban berada dalam kondisi kritis.
Sementara itu, ketegangan juga terasa di wilayah Israel. Media lokal melaporkan sejumlah ledakan keras terdengar di berbagai kota. Channel 12 Israel menyebut sirene peringatan berbunyi di Tel Aviv setelah sebuah rudal dilaporkan jatuh di kawasan tersebut, sebagaimana diberitakan oleh harian Israel Hayom.
Serangan ini terjadi setelah Israel dan AS lebih dulu meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu pagi waktu Teheran. Sebagai respons, Iran menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Di tengah eskalasi konflik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan di Teheran. Namun, pihak Iran membantah keras pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa Khamenei masih hidup.
Perkembangan ini semakin memperdalam ketegangan geopolitik di kawasan, dengan potensi eskalasi yang masih terus menjadi perhatian dunia internasional.











