Heboh! Warga Temukan Kerangka manusia di dalam Pohon Aren

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumut, Pribhumi.com – Polisi masih menyelidiki penemuan kerangka manusia di dalam pohon aren di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut). Begini awal mula penemuannya.
Dilansir Antara, Kamis (11/9/2025), kerangka manusia mulanya ditemukan warga setempat bernama Rian (17) pada Selasa (9/9/2025). Saat itu, Rian bersama dua rekannya tengah memanen buah sawit.

Rian melihat tulang di dalam pohon aren yang sudah tumbang dan mati. Dia lalu memberanikan diri membuka pohon aren tersebut.

Saat batang dibuka, Rian terkejut melihat kerangka manusia dalam kondisi masih lengkap di dalam pohon aren tersebut. Sontak temuan itu menjadi tontonan warga.

Polisi mengimbau warga yang merasa kehilangan keluarganya untuk melaporkan ke polsek setempat. Polisi bersama tim Inafis juga sudah turun ke lokasi untuk mengevakuasi kerangka manusia tersebut.

Baca Juga :  Guru dianiaya! Pihak kepolisian panggil pelaku seorang oknum Plt Kepala Sekolah

Di kerangka itu ditemukan korek gas, celana panjang warna hitam, baju kaus warna biru, gelang besi, dan HP Nokia.

“Kami mengimbau, warga yang merasa kehilangan keluarga untuk dapat melaporkan ke polsek terdekat,” kata Kapolsek Firdaus AKP Ahmad Albar.

Setelah penemuan itu, warga setempat bernama Amelia (55) mengaku kehilangan anaknya bernama Muhammad Yuda Prawira (23) sejak 2023. Kini Amel menunggu hasil penyelidikan polisi.

“Dari baju yang ditemukan, itu bukan baju anak saya, anak saya memang hilang sejak tahun 2023. Namun saya masih menunggu hasil dari pihak kepolisian” papar Amelia.

Baca Juga :  Berikut 17+8 tuntutan rakyat!

Sementara itu, Mutia Sari (26), anak Amelia, bernaluri korban tersebut adalah adiknya. Sebab, ia mengenali gelang yang ditemukan pernah dipakai oleh adiknya yang hilang sejak 2023 tahun itu.

“Sepertinya itu adik saya, karena pernah melihat gelang yang ditemukan itu dipakainya yang hilang sejak tahun 2023,” paparnya.

Kepala Desa Pematang Ganjang Sugiono mengatakan pohon aren tersebut mati sejak 4 tahun lalu, lalu tumbang saat terjadi angin puting beliung tiga bulan lalu.

“Mungkin korban dimasukkan ke pohon dengan cara dilubangi. Semoga misteri ini segera terungkap,” katanya.

Sumber Berita: Detiknews

Berita Terkait

Minimarket Dijarah di Tapanuli Tengah, Warga Terdesak Kekurangan Logistik Usai Banjir Besar
Wali Kota Sibolga Selamat Setelah Tiga Hari Berjalan Kaki Lintasi Jalur Longsor
Bencana Tapanuli Utara Memburuk: Korban Tewas Bertambah, Akses Terputus, BNPB Kerahkan Armada Udara
Banjir Bandang Terjang Humbahas: Dua Warga Tewas, Lima Masih Hilang dan Jalinsum Lumpuh Total
Empat Wilayah di Sumatera Utara Dilanda Longsor, Sejumlah Akses Jalan Terputus
Bobby Nasution Dukung Pengembangan Ekosistem Perumahan FLPP di Sumatera Utara

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 10:47 WIB

Minimarket Dijarah di Tapanuli Tengah, Warga Terdesak Kekurangan Logistik Usai Banjir Besar

Jumat, 28 November 2025 - 11:00 WIB

Bencana Tapanuli Utara Memburuk: Korban Tewas Bertambah, Akses Terputus, BNPB Kerahkan Armada Udara

Kamis, 27 November 2025 - 17:00 WIB

Banjir Bandang Terjang Humbahas: Dua Warga Tewas, Lima Masih Hilang dan Jalinsum Lumpuh Total

Rabu, 26 November 2025 - 11:00 WIB

Empat Wilayah di Sumatera Utara Dilanda Longsor, Sejumlah Akses Jalan Terputus

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 11:00 WIB

Bobby Nasution Dukung Pengembangan Ekosistem Perumahan FLPP di Sumatera Utara

Berita Terbaru