Gak Mau Sekolah…” Isyarat Terakhir Angga Sebelum Tewas Dibully Teman-temannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN, Pribhumi.com Suasana duka menyelimuti Dusun Muneng, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Seorang siswa SMPN 1 Geyer bernama Angga Bagus Perwira (12) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying dan penganiayaan oleh teman-teman sekolahnya, Sabtu (11/10/2025).

Kisah tragis ini bermula sejak pagi hari. Biasanya, Angga dikenal sebagai anak yang rajin dan selalu bersemangat berangkat ke sekolah.

Namun, pagi itu berbeda. Ia terlihat enggan meninggalkan tempat tidur dan menolak sarapan.

“Dia bilang gak mau sekolah. Saya pikir hanya malas sesaat, ternyata itu isyarat terakhir,” tutur Kustinah, nenek Angga, dengan mata berkaca-kaca, Minggu (12/10/2025).

Sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga dikejutkan kabar memilukan — Angga ditemukan tak bernyawa setelah diduga dianiaya teman sekelasnya.

Kepergian bocah pendiam itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Baca Juga :  Bupati kerinci Monadi ingatkan masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin memecah belah

Ayah korban, Sawendra (38), yang bekerja di Cianjur, mengaku terpukul. Ia mengenang anak sulungnya sebagai pribadi sederhana dan penurut.

“Angga itu anaknya gak neko-neko, gak pernah minta macam-macam. Cuma sempat minta dibelikan sepatu bola untuk ekskulnya,” ucap Sawendra dengan suara parau.

Sepatu bola yang sudah dibelinya itu kini hanya menjadi simbol kehilangan — belum sempat dikenakan Angga untuk bermain di lapangan.

Dalam kasus ini, keluarga menuntut keadilan dan pertanggungjawaban pihak sekolah. Sawendra menilai, lemahnya pengawasan dari tenaga pendidik menjadi salah satu faktor yang membuat tragedi ini terjadi.

“Bullying itu sudah pernah kami laporkan ke pihak sekolah, tapi gak ada tindakan tegas. Sekarang anak saya meninggal. Kami minta proses hukum dijalankan setuntas-tuntasnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam atas kasus tersebut.

Baca Juga :  PBNU Dorong Rukyatul Hilal 29 Sya’ban 1447 H, Meski Posisi Bulan Masih Negatif

“Kasus ini masih kami dalami. Sejumlah saksi, baik teman-teman korban maupun pihak sekolah, telah kami periksa,” jelas Rizky.

Pihak kepolisian juga menggandeng Biddokkes Polda Jawa Tengah untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Angga guna memastikan penyebab pasti kematiannya.
.
“Langkah autopsi dilakukan atas permintaan keluarga korban agar hasilnya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tambah Rizky.

Kasus ini kembali membuka mata publik tentang bahaya perundungan di lingkungan sekolah, yang kerap berawal dari ejekan dan kekerasan ringan, namun dapat berujung pada tragedi mematikan.
Keluarga berharap, kasus Angga menjadi pelajaran bagi seluruh pihak — agar tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depannya karena kekerasan di tempat belajar.

Berita Terkait

Sekeluarga Tewas Misterius Saat Kemping di Temanggung
Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret di Akmil Magelang, Presiden Prabowo Beri Arahan
Banjir Kepung Solo Raya, Delapan Kelurahan Terdampak dan Warga Mengungsi
Dua Warga Brebes Tewas di Atap Masjid, Polisi Ungkap Penyebab Tersetrum Kabel Listrik
Pemprov Jawa Tengah Beri Tali Asih Rp4,9 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi
Eks Narapidana Pilih Kembali Bekerja di Nusakambangan karena Peluang Usaha
KPK Dalami Dugaan Setoran Pengisian Perangkat Desa
Penyelidikan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Jepara Berlanjut, Polisi Telah Terima Hasil Visum

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Sekeluarga Tewas Misterius Saat Kemping di Temanggung

Sabtu, 18 April 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret di Akmil Magelang, Presiden Prabowo Beri Arahan

Rabu, 15 April 2026 - 07:27 WIB

Banjir Kepung Solo Raya, Delapan Kelurahan Terdampak dan Warga Mengungsi

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:26 WIB

Dua Warga Brebes Tewas di Atap Masjid, Polisi Ungkap Penyebab Tersetrum Kabel Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pemprov Jawa Tengah Beri Tali Asih Rp4,9 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB