Eks Narapidana Pilih Kembali Bekerja di Nusakambangan karena Peluang Usaha

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jateng, Pribhumi.com — Sejumlah mantan warga binaan memutuskan kembali ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, bukan sebagai narapidana, melainkan pekerja. Kesempatan kerja yang tersedia di berbagai sektor menjadi alasan utama mereka kembali ke pulau yang selama ini dikenal sebagai kawasan lapas dengan pengamanan ketat.

Jeffry M Utomo, eks napi Lapas Kembang Kuning asal Semarang, mengaku sempat mengalami tekanan mental saat pertama kali menjalani hukuman. Namun setelah bebas, sulitnya mencari pekerjaan di luar membuatnya menerima tawaran bekerja kembali di Nusakambangan. Ia kini terlibat dalam program peternakan bebek dan memperoleh penghasilan rutin untuk menghidupi keluarga.

Sejak berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kawasan Nusakambangan dikembangkan sebagai pusat ketahanan pangan dan pelatihan kemandirian. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini digunakan untuk peternakan domba, ayam petelur, bebek, budidaya perikanan, hingga pertanian jagung dan padi. Selain itu, tersedia pula pelatihan pengolahan limbah dan produksi material bangunan.

Baca Juga :  Sejoli Bonceng Bayi Sambil Merokok di Jalan Raya, Emosi Dipicu Rokok Disiram Air

Miftahul Bowo Saputera, mantan napi lainnya, kini dipercaya mengelola tambak budidaya ikan bandeng, nila, dan udang vaname bersama mitra swasta. Ia menilai pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama pembinaan membantunya mendapatkan pekerjaan setelah bebas. Kekhawatiran keluarga pada awalnya berubah menjadi dukungan setelah melihat hasil kerjanya.

Rian Candika juga memilih kembali bekerja di Nusakambangan setelah bebas pada 2024. Ia awalnya membantu pembukaan lahan dan perawatan lingkungan sebelum mengikuti pelatihan budidaya perikanan. Menurutnya, program pembinaan tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga membentuk mental dan spiritualnya menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Emas Dunia

Hal serupa dirasakan Subur Makmur yang kini bekerja sebagai kuli bangunan membantu operasional lapas. Ia mengaku pembinaan selama menjalani masa pidana membuatnya lebih disiplin dan memperbaiki kehidupan ibadahnya.

Bagi para eks narapidana tersebut, ketersediaan pekerjaan di Nusakambangan menjadi alternatif realistis di tengah tantangan mencari kerja di luar. Mereka berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret di Akmil Magelang, Presiden Prabowo Beri Arahan
Banjir Kepung Solo Raya, Delapan Kelurahan Terdampak dan Warga Mengungsi
Dua Warga Brebes Tewas di Atap Masjid, Polisi Ungkap Penyebab Tersetrum Kabel Listrik
Pemprov Jawa Tengah Beri Tali Asih Rp4,9 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi
KPK Dalami Dugaan Setoran Pengisian Perangkat Desa
Penyelidikan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Jepara Berlanjut, Polisi Telah Terima Hasil Visum
Rumah Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK, Polisi Selidiki Dugaan Teror
Utang Judi Online Jadi Motif Perampokan Brutal di Boyolali, Anak Korban Tewas

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret di Akmil Magelang, Presiden Prabowo Beri Arahan

Rabu, 15 April 2026 - 07:27 WIB

Banjir Kepung Solo Raya, Delapan Kelurahan Terdampak dan Warga Mengungsi

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:26 WIB

Dua Warga Brebes Tewas di Atap Masjid, Polisi Ungkap Penyebab Tersetrum Kabel Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pemprov Jawa Tengah Beri Tali Asih Rp4,9 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:00 WIB

Eks Narapidana Pilih Kembali Bekerja di Nusakambangan karena Peluang Usaha

Berita Terbaru