Jakarta, Pribhumi.com — Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Menteri Fadli Zon mengumumkan program percepatan revitalisasi untuk museum-museum yang dikelola Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB). Langkah ini bertujuan menjadikan museum sebagai garda terdepan dalam pelestarian budaya sekaligus destinasi edukatif yang menarik bagi masyarakat.
“Kami tengah mendorong percepatan revitalisasi museum-museum yang berada di bawah naungan MCB, dimulai dari Museum Nasional sebagai prioritas utama,” ujar Fadli Zon saat berbicara dalam temu media di Jakarta, Selasa.
Revitalisasi ini diharapkan dapat menjadikan museum milik pemerintah sebagai tolok ukur (benchmark) bagi museum-museum lainnya dalam hal pengelolaan, tampilan, dan pelayanan publik. Pemerintah telah menyiapkan anggaran bernilai miliaran rupiah untuk mendukung upaya pembaruan tersebut.
Salah satu langkah konkret adalah rencana pengalihan pintu masuk pengunjung Museum Nasional ke bagian tengah bangunan, tepatnya melalui Hall Majapahit yang lebih luas dan mampu menampung ribuan orang. Strategi ini dirancang untuk mengelola arus pengunjung yang kerap membludak, terutama di musim liburan.
“Pada musim ramai, jumlah pengunjung Museum Nasional pernah menembus angka 12.750 orang dalam sehari. Kami menargetkan dengan pembenahan fasilitas dan tata kelola yang baik, kunjungan harian bisa mencapai 20.000 orang,” tambah Fadli.
Ia juga menekankan bahwa museum bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan cerminan budaya dan peradaban bangsa.
“Museum adalah wajah depan suatu negara, bukan wajah belakang. Maka dari itu, pengelola museum harus terus berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan,” tegasnya.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Abi Kusno Lubis, menyatakan bahwa proses revitalisasi dilakukan secara bertahap, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga mencakup museum-museum di berbagai daerah.
“Saat ini, BLU Museum dan Cagar Budaya mengelola total 18 museum dan 34 situs cagar budaya di Indonesia. Revitalisasi akan kami lakukan secara berkelanjutan,” jelas Abi Kusno.
Program ini sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, pariwisata budaya, dan sumber inspirasi generasi muda.













