Pemuda Katolik Diminta Aktif Kawal Regulasi Hutan Adat, Menhut Dorong Perda Segera Terbit

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyerukan agar Pemuda Katolik mengambil peran lebih besar dalam mengawal isu-isu ekologis, khususnya terkait penetapan dan perlindungan Hutan Adat di berbagai daerah. Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Pemuda Katolik 2025 yang digelar di Depok, Jumat (21/11).

Raja Juli menegaskan bahwa organisasi kepemudaan berbasis religius, termasuk Pemuda Katolik, memiliki posisi strategis untuk ikut mendorong terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Hutan Adat. Menurutnya, kehadiran regulasi daerah merupakan pondasi penting bagi pengakuan, perlindungan, dan pengelolaan hutan oleh komunitas adat.

Ia juga membagikan sejumlah perspektif baru yang dibahas dalam Konferensi COP30 di Brasil. Salah satu inisiatif yang dianggap sangat relevan adalah Tropical Forests Forever Facility (TFFF), yaitu skema pendanaan berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat negara dan kelompok masyarakat yang menjaga hutan tropis.

Baca Juga :  LAM Jambi Gelar FGD Bahas Integrasi Hukum Adat dalam Penerapan KUHP Baru

Raja Juli menilai masih terdapat kesenjangan besar dalam akses pendanaan untuk konservasi hutan. Melalui TFFF, ia berharap lahir mekanisme pendanaan yang lebih adil, berkelanjutan, dan dapat melibatkan berbagai kelompok, termasuk komunitas Pemuda Katolik.

“Pemuda Katolik punya ruang besar untuk terlibat. Tidak hanya pada isu struktural, tetapi juga pada kerja-kerja lapangan yang bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Rapimnas sebagai forum konsolidasi sekaligus ruang merumuskan kontribusi strategis Pemuda Katolik terhadap negara. Raja Juli menekankan pentingnya peran Pemuda Katolik sebagai public religion, yakni komunitas religius yang hadir aktif menyelesaikan persoalan publik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Petatah-Petitih Kerinci: Bahasa Satir yang Menjaga Adat, Menyampaikan Nasihat, dan Merawat Kearifan Lokal

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyambut baik arahan Menteri Kehutanan. Menurutnya, gagasan tersebut sangat relevan dengan arah organisasi dan akan dibahas dalam agenda strategis Rapimnas.

Rapimnas I Pemuda Katolik tahun 2025 diikuti oleh perwakilan dari 37 Komisariat Daerah se-Indonesia dan mengusung tema “Partisipasi dan Kolaborasi Pemuda Katolik dalam Mendorong Akselerasi Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.” Selain konsolidasi program, Rapimnas juga menjadi ruang sinkronisasi pastoral melalui keterlibatan para imam moderator dari berbagai daerah.

Berita Terkait

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik
Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung
“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”
Silaf dan Asik dalam Adat Kerinci: Jangan Menilai Tradisi Hanya dari Apa yang Tampak
PERJALANAN LELUHUR KALBU IJUNG SKU LAMAT Menghubungkan Jalur Kekerabatan Semurup – Semerap
Melayu Bukan Sekadar Etnis, Melainkan Ruang Kebudayaan yang Mempertemukan Beragam Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB