Empat Oknum Ngaku Pegawai KPK Ditangkap

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Aparat kepolisian berhasil mengamankan empat orang yang diduga berpura-pura sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan melakukan pemerasan terhadap anggota DPR RI, Ahmad Sahroni.

Kepastian mengenai identitas korban disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, pada Jumat (10/4/2026). Ia membenarkan bahwa Sahroni merupakan pihak yang melaporkan dugaan pemerasan tersebut.

Kasus ini bermula ketika Sahroni melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4) malam. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera berkoordinasi dengan pihak KPK dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Baca Juga :  Aksi Pencurian Ponsel Terekam CCTV, Warga Koto Tuo Ujung Pasir Dihantui Rasa Resah

Menurut Budi, penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan laporan lain atau jaringan yang lebih luas.

Sementara itu, Sahroni sendiri telah mengonfirmasi bahwa dirinya memang menjadi korban dalam kasus tersebut.

Modus Mengatasnamakan Lembaga

Polisi mengungkap bahwa para pelaku menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai bagian dari lembaga resmi, yakni KPK, serta menawarkan bantuan pengurusan perkara.

Dalam praktiknya, korban diduga diancam dan diminta menyerahkan sejumlah uang. Total uang yang diminta kepada Sahroni mencapai Rp300 juta.

Baca Juga :  Pemerintah Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg, Target Tekan Impor dan Subsidi Energi

Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci bentuk ancaman yang dilayangkan oleh para pelaku.

Selain dugaan pemerasan, para tersangka juga dinilai telah mencemarkan nama baik pimpinan KPK dengan mencatut nama lembaga tersebut untuk kepentingan pribadi.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan KPK untuk mengungkap lebih jauh kasus ini.

 

Berita Terkait

Prabowo: Kekayaan Alam Indonesia Harus Dinikmati Rakyat, Bukan Hanya Menguntungkan Pihak Asing
Dua Menteri Soekarno Berakhir Tragis: Satu Divonis Mati karena Korupsi, Satu Dipenjara Akibat Gejolak Politik
KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai
Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang
Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak
KPK Dalami Dugaan Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Arahkan Pegawai Outsourcing Pilih Dirinya di Pilkada
SIM Digital Kini Sah Saat Razia, Pengendara Tak Bisa Lagi Alasan Lupa Bawa SIM
Jaksa Ungkap Hubungan Terapis Spa dan Korban Pembobolan Rekening Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

Prabowo: Kekayaan Alam Indonesia Harus Dinikmati Rakyat, Bukan Hanya Menguntungkan Pihak Asing

Senin, 1 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dua Menteri Soekarno Berakhir Tragis: Satu Divonis Mati karena Korupsi, Satu Dipenjara Akibat Gejolak Politik

Senin, 1 Juni 2026 - 15:00 WIB

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai

Senin, 1 Jun 2026 - 15:00 WIB