Jateng, Pribhumi.com — Sejumlah mantan warga binaan memutuskan kembali ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, bukan sebagai narapidana, melainkan pekerja. Kesempatan kerja yang tersedia di berbagai sektor menjadi alasan utama mereka kembali ke pulau yang selama ini dikenal sebagai kawasan lapas dengan pengamanan ketat.
Jeffry M Utomo, eks napi Lapas Kembang Kuning asal Semarang, mengaku sempat mengalami tekanan mental saat pertama kali menjalani hukuman. Namun setelah bebas, sulitnya mencari pekerjaan di luar membuatnya menerima tawaran bekerja kembali di Nusakambangan. Ia kini terlibat dalam program peternakan bebek dan memperoleh penghasilan rutin untuk menghidupi keluarga.
Sejak berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kawasan Nusakambangan dikembangkan sebagai pusat ketahanan pangan dan pelatihan kemandirian. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini digunakan untuk peternakan domba, ayam petelur, bebek, budidaya perikanan, hingga pertanian jagung dan padi. Selain itu, tersedia pula pelatihan pengolahan limbah dan produksi material bangunan.
Miftahul Bowo Saputera, mantan napi lainnya, kini dipercaya mengelola tambak budidaya ikan bandeng, nila, dan udang vaname bersama mitra swasta. Ia menilai pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama pembinaan membantunya mendapatkan pekerjaan setelah bebas. Kekhawatiran keluarga pada awalnya berubah menjadi dukungan setelah melihat hasil kerjanya.
Rian Candika juga memilih kembali bekerja di Nusakambangan setelah bebas pada 2024. Ia awalnya membantu pembukaan lahan dan perawatan lingkungan sebelum mengikuti pelatihan budidaya perikanan. Menurutnya, program pembinaan tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga membentuk mental dan spiritualnya menjadi lebih baik.
Hal serupa dirasakan Subur Makmur yang kini bekerja sebagai kuli bangunan membantu operasional lapas. Ia mengaku pembinaan selama menjalani masa pidana membuatnya lebih disiplin dan memperbaiki kehidupan ibadahnya.
Bagi para eks narapidana tersebut, ketersediaan pekerjaan di Nusakambangan menjadi alternatif realistis di tengah tantangan mencari kerja di luar. Mereka berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.











