Jambi, Pribhumi.com — Riwayat kredit yang buruk kerap menjadi hambatan besar bagi masyarakat saat mengajukan pinjaman. Baik untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Tanpa Agunan (KTA), maupun kredit kendaraan, seluruh proses kini sangat bergantung pada catatan dalam Otoritas Jasa Keuangan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Tidak sedikit masyarakat yang baru menyadari pentingnya skor kredit setelah pengajuan mereka ditolak. Padahal, data dalam SLIK menjadi salah satu indikator utama yang digunakan oleh lembaga keuangan dalam menilai kelayakan calon debitur.
Skor SLIK sendiri terbagi dalam lima kategori, yang mencerminkan kualitas kredit seseorang. Skor 1 menunjukkan kondisi lancar dan menjadi kategori terbaik. Sementara skor 2 masuk dalam perhatian khusus. Adapun skor 3 hingga 5 menunjukkan kondisi kredit bermasalah hingga macet, yang umumnya membuat pengajuan pinjaman sulit disetujui.
Nasabah dengan skor 1 dan 2 masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan kredit. Sebaliknya, jika sudah berada di level 3 ke atas, lembaga keuangan biasanya akan lebih berhati-hati, bahkan tidak jarang langsung menolak pengajuan.
Untuk menghindari penolakan, masyarakat kini dapat mengecek riwayat kredit secara mandiri melalui layanan iDeb SLIK yang tersedia secara online. Langkah ini dinilai penting agar calon debitur mengetahui kondisi finansialnya sebelum mengajukan pinjaman.
Meski memiliki catatan kredit yang kurang baik, peluang untuk memperbaikinya tetap terbuka. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pertama, melunasi seluruh tunggakan kredit. Ini merupakan syarat utama agar skor dapat membaik. Tanpa pelunasan, catatan kredit tidak akan berubah.
Kedua, memastikan tidak ada kesalahan data dalam laporan SLIK. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera ajukan koreksi ke pihak lembaga keuangan terkait.
Ketiga, menunggu pembaruan data setelah pelunasan. Umumnya, proses ini memerlukan waktu hingga 30 hari.
Keempat, meminta Surat Keterangan Lunas (SKL) sebagai bukti tambahan yang dapat memperkuat pengajuan kredit di masa mendatang.
Dengan menjaga dan memperbaiki skor SLIK, akses terhadap berbagai layanan keuangan akan semakin terbuka, mulai dari pembiayaan rumah hingga kendaraan. Riwayat kredit yang sehat pun menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan lembaga keuangan.






