Benda Bercahaya di Langit Lampung Bukan Rudal, Ternyata Sampah Antariksa Roket China

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, Pribhumi.com – Warga di Lampung dihebohkan dengan kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit pada malam hari. Peristiwa tersebut terekam video dan dengan cepat menyebar luas di media sosial, memicu beragam spekulasi dari warganet.

Sebagian netizen bahkan mengaitkan fenomena itu dengan rudal, termasuk menyebutnya sebagai “rudal Iran”. Namun, dugaan tersebut dipastikan tidak benar.

Objek bercahaya itu tampak melesat dengan jejak panjang di langit dan beberapa kali terlihat pecah menjadi serpihan-serpihan kecil. Fenomena ini pun menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat.

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa benda tersebut merupakan sampah antariksa dari sisa roket Tiongkok jenis CZ-3B.

Baca Juga :  Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki

Menurutnya, berdasarkan data pelacakan dan analisis orbit, objek tersebut melintas dari arah India menuju Samudera Hindia di bagian barat Sumatera. Saat memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 120 kilometer, benda itu mengalami gesekan kuat dengan udara sehingga terbakar dan terpecah.

“Itulah yang terlihat oleh masyarakat di Lampung dan Banten,” jelasnya.

Fenomena jatuhnya sampah antariksa sebenarnya bukan hal baru dalam dunia astronomi. Namun, kejadian yang dapat terlihat langsung oleh masyarakat di wilayah Indonesia tergolong jarang terjadi. Peristiwa serupa terakhir tercatat pada 2022, ketika objek sejenis melintas di langit Lampung dan jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, Djamaluddin menegaskan bahwa peristiwa ini umumnya tidak berbahaya. Sebagian besar material sampah antariksa akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. Risiko hanya muncul jika ada bagian yang bertahan dan jatuh ke daratan, meski hingga kini belum pernah menimbulkan dampak signifikan.

Baca Juga :  Dendam di Tempat Karaoke Berujung Maut, Pembunuh Pegawai Bulog di Tulang Bawang Ditangkap

Ia juga menjelaskan bahwa penyebab utama jatuhnya sampah antariksa adalah perlambatan orbit akibat gesekan dengan atmosfer. Benda seperti roket bekas atau satelit yang sudah tidak aktif akan terus kehilangan ketinggian hingga akhirnya masuk ke atmosfer padat dan terbakar.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang jika menyaksikan fenomena serupa di masa depan. Selain aman, kejadian ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang astronomi dan keantariksaan.

 

Berita Terkait

Tiga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Bakauheni, Polisi Selidiki Penyebab Insiden
Polda Lampung Tangkap 95 Pelaku Kejahatan Jalanan, 15 Diberi Tindakan Tegas Terukur
PLN Minta Maaf atas Gangguan Listrik di Sumatera, Pemulihan Sistem Terus Dikebut
Polisi Bongkar Mafia Solar Subsidi di Lampung, Lima Truk Modifikasi Diamankan
Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana PI WK OSES
Mantan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Segera Disidang Kasus OTT KPK
Petir Sambar Pasutri di Pesawaran, Istri Tewas di Tempat, Suami Dirawat
ASDP Cabut Pembatasan Kendaraan di Bakauheni, Tarif Penyeberangan Kembali Normal

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:00 WIB

Tiga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Bakauheni, Polisi Selidiki Penyebab Insiden

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:00 WIB

Polda Lampung Tangkap 95 Pelaku Kejahatan Jalanan, 15 Diberi Tindakan Tegas Terukur

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:50 WIB

PLN Minta Maaf atas Gangguan Listrik di Sumatera, Pemulihan Sistem Terus Dikebut

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:00 WIB

Polisi Bongkar Mafia Solar Subsidi di Lampung, Lima Truk Modifikasi Diamankan

Rabu, 29 April 2026 - 07:00 WIB

Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana PI WK OSES

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB