Wako Sungai Penuh Alfin Komitmen dukung pariwisata berbasis budaya yang kreatif dan inovatif

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Sungai Penuh, Pribhumi.com Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata gelar acara “Panggung Pesona Budaya Kreatif” dalam rangka memeriahkan kegiatan Car Free Day yang berlangsung di Taman Tugu 17, pada minggu, 12 Oktober 2025.

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memberi ruang ekspresi bagi para pelaku seni kreatif di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Perdebatan Istilah Naskah, Manuskrip, Prasasti, dan Inskripsi dalam Tradisi Tulis Indonesia

Kegiatan bernuansa kearifan lokal ini nantinya akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Alfin, SH (Walikota Sungai Penuh), Azhar Hamzah (wakil Wali Kota Sungai Penuh), Alpian, SE, MM (Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh), serta Boby Arisandi, S.Pd., M.Pd (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Sungai Penuh).

Dalam penampilan yang memukau, panggung diisi oleh:

Satria Muda Indonesia dari Unit PLN Sungai Penuh

Baca Juga :  Naskah Incung Ungkap Peran Kerinci dalam Jaringan Politik Jawa–Sumatra Abad XII–XIII

Sanggar Seni Kreatif dan Bermutu dari MTsN 1 Sungai Penuh

Pertunjukan tari, musik, dan berbagai atraksi seni lainnya menjadi magnet utama dalam acara ini, menampilkan kreativitas generasi muda serta memperkaya semangat budaya daerah.

Acara ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung pariwisata berbasis budaya yang kreatif dan inovatif, sejalan dengan kampanye Wonderful Indonesia.

Berita Terkait

Ketika Malaya Nyaris Bergabung dengan Indonesia: Jejak Gagasan Besar Indonesia Raya yang Tak Pernah Terwujud
BRIN Ungkap Sungai Purba Paparan Sunda Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal di Asia Tenggara
Limbago Adat sebagai Ruh, Lembaga Adat sebagai Wadah
Fosil Baru Homo Habilis Picu Perdebatan, Benarkah Leluhur Awal Manusia Bukan Genus Homo?
DUA LAPIS KEWAJIBAN HUKUM PIDANA PEMKAB KERINCI
Tradisi “Njuk Tau Nenghi” Sambut Idul Adha Tetap Dilestarikan di Tigo Luhah Semurup
Bahasa Kias Kerinci, Identitas Budaya yang Mulai Tergerus Zaman
LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 05:00 WIB

Ketika Malaya Nyaris Bergabung dengan Indonesia: Jejak Gagasan Besar Indonesia Raya yang Tak Pernah Terwujud

Senin, 1 Juni 2026 - 01:00 WIB

BRIN Ungkap Sungai Purba Paparan Sunda Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal di Asia Tenggara

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:42 WIB

Limbago Adat sebagai Ruh, Lembaga Adat sebagai Wadah

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:00 WIB

Fosil Baru Homo Habilis Picu Perdebatan, Benarkah Leluhur Awal Manusia Bukan Genus Homo?

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:00 WIB

DUA LAPIS KEWAJIBAN HUKUM PIDANA PEMKAB KERINCI

Berita Terbaru

Jambi

Progres Tol Palembang–Jambi Tembus 82 Persen

Senin, 1 Jun 2026 - 03:00 WIB