Safwandi.,Dpt: Dukungan Berbagai Elemen Masyarakat, P3-TGAI Diharapkan Dapat Memperkuat Sektor Pertanian

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com  – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terus berjalan di berbagai daerah sebagai upaya pemerintah menjaga ketahanan dan swasembada pangan nasional. Program ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 dengan melibatkan pemerintah pusat hingga daerah bersama petani dalam memperkuat jaringan irigasi.

Program berada di bawah koordinasi Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air, dengan dukungan Balai Besar/Balai Wilayah Sungai (BBWS/BWS) dan Konsultan Manajemen Balai (KMB). Pemerintah pusat tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi agar pelaksanaan sesuai target.

Masyarakat menilai program ini memberi manfaat besar. Saat kemarau, sawah tetap mendapat pasokan air, sementara di musim hujan, jaringan irigasi mampu menyalurkan air berlebih sehingga lahan pertanian terhindar dari banjir. Meski demikian, sebagian pihak masih bersikap skeptis karena kurangnya sosialisasi serta munculnya kritik dari beberapa media dan LSM.

Baca Juga :  Gelar Haji: Warisan Kolonial atau Tradisi Islam yang Lebih Tua?

Aktivis Efyarman menilai, P3-TGAI sangat penting bagi Sungai Penuh dan Kerinci yang dikenal sebagai lumbung pangan Provinsi Jambi. “Kritik terhadap pelaksanaan program itu hal biasa dalam demokrasi. Tujuan akhirnya tetap sama, bagaimana masyarakat bisa sejahtera. Jika ada kekurangan, tentu bisa diperbaiki,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai yang kembali merealisasikan program ini di Kerinci dan Sungai Penuh setelah sempat vakum lebih dari tiga tahun.

Baca Juga :  Petilasan Leluhur sebagai Simbol Identitas Masyarakat Hukum Adat

Hal senada disampaikan oleh salah satu tokoh Adat Kerinci, Safwandi, Dpt yang menjabat sebagai Sekjen Lembaga Adat Melayu (LAM) Kerinci. Ia menekankan agar perbedaan pendapat jangan sampai menjadi blunder yang merugikan petani.

“Jangan sampai program ini terhenti hanya karena isu yang digeneralisir. Fungsi LSM, ormas, dan media adalah memberi kritik agar sesuai juknis, bukan membentuk persepsi gagal total. Kita harus merangkul semua pihak agar program ini berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.

Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, P3-TGAI diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian, menjaga ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kerinci dan Sungai Penuh.

Sumber Berita: Gempurnews.co.id

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat
Marwah Pemangku Adat Jati Harus Dikembalikan, Aktivis Adat Sampaikan Seruan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:00 WIB

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB