Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIAK NUMFOR, Pribhumi.com – Suasana di Kabupaten Biak Numfor, Papua, mendadak mencekam setelah terjadi ledakan hebat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Peristiwa tersebut menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Insiden terjadi di kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Ledakan yang sangat kuat itu terdengar hingga ke sejumlah wilayah sekitar dan memicu kepanikan warga.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengungkapkan bahwa benda yang meledak diduga merupakan bom peninggalan masa Perang Dunia II. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis serta asal-usul bahan peledak tersebut.

“Hingga saat ini dugaan sementara mengarah pada bom peninggalan Perang Dunia II, namun kami masih melakukan pendalaman dan identifikasi lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga :  Jambi Terancam Bencana Ekologis Besar: Walhi Desak Pemerintah Hentikan Kerusakan Hutan

Berdasarkan data sementara yang dihimpun aparat, lima orang ditemukan meninggal dunia akibat ledakan tersebut. Sementara itu, tiga orang lainnya masih belum ditemukan dan sedang dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Petugas kepolisian bersama personel Brimob langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta sterilisasi area. Garis polisi telah dipasang di sekitar tempat kejadian guna mencegah masyarakat mendekat karena dikhawatirkan masih terdapat potensi bahaya lanjutan.

Pihak kepolisian mengimbau warga agar tidak memasuki area ledakan sampai proses pemeriksaan dan pengamanan selesai dilakukan.

“Kami meminta masyarakat untuk sementara waktu menjauhi lokasi kejadian karena kondisi belum sepenuhnya aman. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lain yang belum teridentifikasi,” kata Ari.

Baca Juga :  Kemenkum sahkan kepengurusan Organisasi PWI

Peristiwa tersebut juga sempat terekam kamera warga dan videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat kepulan asap tebal membumbung tinggi ke udara sesaat setelah ledakan terjadi.

Sementara pada video lain, tampak sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa bangunan terlihat porak-poranda akibat kuatnya daya ledak. Tangisan dan kepanikan warga juga terdengar jelas dalam rekaman yang beredar pascakejadian.

Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih melakukan penyisiran di lokasi serta melanjutkan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga terus berkoordinasi untuk menangani dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan
Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI
Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031
Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan
Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:51 WIB

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031

Senin, 13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah

Berita Terbaru