Harga Emas Dunia Tersungkur Usai Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan menimbulkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi global.

Berdasarkan data perdagangan Refinitiv, harga emas pada Selasa (26/5/2026) ditutup di level US$ 4.508,46 per troy ons atau turun sekitar 1,4 persen. Penurunan ini berbalik arah dibandingkan penguatan pada perdagangan sebelumnya yang naik dengan persentase serupa.

Memasuki perdagangan Rabu (27/5/2026) pagi, harga emas mulai menunjukkan penguatan tipis. Pada pukul 06.22 WIB, emas berada di posisi US$ 4.506,42 per troy ons atau naik sekitar 0,04 persen.

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menyebut pasar obligasi mulai meyakini langkah berikutnya dari Federal Reserve adalah menaikkan suku bunga acuan. Kondisi tersebut dinilai menjadi sentimen negatif bagi harga emas.

Baca Juga :  Rekrutmen Kopdes Merah Putih 2026 Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

Di sisi lain, Kevin Warsh resmi menjabat sebagai Ketua Federal Reserve di tengah meningkatnya keyakinan pasar bahwa kebijakan moneter AS akan semakin ketat dalam beberapa bulan mendatang.

Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya memberi tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.

Sementara itu, harga minyak Brent melonjak lebih dari 4 persen akibat ketidakpastian hubungan AS dan Iran serta terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak mentah tersebut turut meningkatkan risiko inflasi karena biaya produksi dan distribusi ikut naik.

Wyckoff menambahkan, secara teknikal pasar emas saat ini masih berada dalam tren bearish sehingga memicu aksi jual lanjutan oleh investor.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen

Pelaku pasar juga menunggu rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Kamis. Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk melihat arah inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Di tengah kondisi tersebut, UBS menurunkan target harga emas akhir tahun sebesar US$ 400 menjadi US$ 5.500 per troy ons. Revisi itu dipicu kekhawatiran terhadap tingginya imbal hasil obligasi serta penguatan dolar AS.

Tidak hanya emas, harga perak juga mengalami tekanan. Pada perdagangan Selasa (26/5/2026), harga perak ditutup di level US$ 76,95 per troy ons atau melemah 1,44 persen setelah sebelumnya sempat melonjak 3,4 persen.

Namun pada perdagangan Rabu pagi, harga perak mulai bergerak naik tipis. Hingga pukul 06.24 WIB, harga perak tercatat berada di level US$ 77,14 per troy ons atau menguat sekitar 0,25 persen.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026
Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai
Tekanan Rupiah Belum Usai, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Terus Melemah
Kemenkeu Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp67 Triliun
Jelang Idul Adha, Pemkot Sungai Penuh Sediakan Pangan Murah untuk Masyarakat
Menteri UMKM Soroti Kebijakan TikTok Shop soal Biaya Retur Rp5.000 yang Dibebankan ke Penjual
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Konflik Global dan Sentimen Domestik Jadi Pemicu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:00 WIB

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tekanan Rupiah Belum Usai, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Terus Melemah

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga Emas Dunia Tersungkur Usai Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat

Berita Terbaru

Tips dan informasi

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Kesehatan

Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB