PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci Masih Padam? Ini Kata PLN

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh belakangan ini sempat menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, daerah tersebut memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Merangin yang dikelola PT Kerinci Merangin Hydro (KMH) dengan kapasitas besar.

Sejumlah warga mempertanyakan alasan masih terjadinya pemadaman, padahal PLTA Batang Merangin diketahui memiliki kapasitas mencapai 350 Megawatt. Sementara kebutuhan listrik untuk wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh disebut jauh lebih kecil.

“PLN harus didesak agar listrik di Kerinci dan Sungai Penuh tidak dipadamkan. Kapasitas PLTA mencapai 350 Megawatt, sedangkan kebutuhan daerah ini relatif kecil. Tinggal bagaimana komunikasi kepala daerah dengan PLN agar wilayah kita tidak ikut pemadaman bergilir,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Dualisme Aturan Desa Dinilai Hambat Tata Kelola: MPR Soroti Tumpang Tindih Kewenangan Tiga Kementerian

Menanggapi hal tersebut, pihak PLN melalui Manager ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa PLTA KMH terhubung langsung dengan jaringan transmisi SUTT 150 KV dan masuk dalam sistem kelistrikan Sumatera secara terintegrasi.

Menurutnya, gangguan yang terjadi pada sistem kelistrikan Sumatera membuat pasokan listrik dari PLTA Batang Merangin harus disalurkan untuk membantu pemulihan listrik di sejumlah daerah lain di Pulau Sumatera yang terdampak padam.

“Pada gangguan listrik tanggal 22 Mei 2026 kemarin, hampir seluruh wilayah Sumatera mengalami pemadaman. Sementara Kerinci dan Kota Sungai Penuh menjadi daerah yang masih tetap menyala pada awal kejadian,” jelas Eko saat dikonfirmasi Media Andalas Group.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Pemkot Sungai Penuh Resmi Berlakukan Tarif Parkir Baru

Ia menambahkan, karena masih banyak wilayah lain yang belum mendapatkan aliran listrik normal, maka dilakukan pemadaman bergilir di Kerinci dan Sungai Penuh sebagai bagian dari upaya pemerataan pasokan listrik di sistem Sumatera.

PLN juga meminta dukungan masyarakat agar proses normalisasi sistem kelistrikan dapat segera selesai sehingga pemadaman bergilir tidak lagi terjadi.

“Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar kondisi kelistrikan segera kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir,” tutupnya.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Bupati di Wilayah Barat Jambi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemalsuan Akta
Mobil Masuk Jurang di Jalur Sungai Penuh–Tapan, Dua Korban Dirawat di Rumah Sakit
Sidang Kasus Dugaan Asusila Anak di Sungai Penuh: Terdakwa Bantah BAP, JPU Siapkan Pemeriksaan Saksi Verbalis
JPU Lawan Putusan PN Sungai Penuh, Kasus Bollard Fahruddin Bergulir ke PT Jambi
Wawako Azhar Hamzah Kukuhkan 56 Pejabat Baru, Dorong Birokrasi Pemkot Sungai Penuh Lebih Inovatif
Ribuan Warga Sungai Penuh Semarakkan Pawai Obor Tahun Baru Islam, Wako Alfin Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Polres Kerinci Gelar Presisi Merdeka Run 2026 di Jambi Agustus Mendatang
Bupati Kerinci Monadi Tinjau Progres Jalan Renah Pemetik, Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Target

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:02 WIB

Bupati di Wilayah Barat Jambi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemalsuan Akta

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Mobil Masuk Jurang di Jalur Sungai Penuh–Tapan, Dua Korban Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:04 WIB

Sidang Kasus Dugaan Asusila Anak di Sungai Penuh: Terdakwa Bantah BAP, JPU Siapkan Pemeriksaan Saksi Verbalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00 WIB

JPU Lawan Putusan PN Sungai Penuh, Kasus Bollard Fahruddin Bergulir ke PT Jambi

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:24 WIB

Wawako Azhar Hamzah Kukuhkan 56 Pejabat Baru, Dorong Birokrasi Pemkot Sungai Penuh Lebih Inovatif

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB