Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi di Awal Mei 2026, Sentimen Geopolitik dan Produksi Picu Volatilitas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pergerakan harga minyak mentah global pada perdagangan Jumat, 1 Mei 2026 pukul 08.30 WIB menunjukkan kondisi yang masih kuat di pasar internasional. Minyak mentah jenis Brent tercatat berada di level 111,71 dolar AS per barel, mengalami sedikit koreksi dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di angka 114,01 dolar AS per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru menguat ke posisi 105,69 dolar AS per barel, naik tipis dari level penutupan sebelumnya yang berada di 105,07 dolar AS per barel.

Dari sisi teknikal, pergerakan harga minyak saat ini mengindikasikan tren yang cukup signifikan. Kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir dinilai berhasil menembus garis resistensi utama (trendline), yang sebelumnya menjadi batas penguatan. Penembusan ini menjadi sinyal penting karena berpotensi menjaga harga tetap stabil di level tinggi serta membuka peluang konsolidasi dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan BLTS Rp30 Triliun untuk 35 Juta Keluarga, Gus Ipul Pastikan Tepat Sasaran

Selain itu, bertahannya harga di atas garis tersebut juga memperkuat fondasi teknikal pasar untuk menahan tekanan koreksi dalam waktu dekat.

Sentimen Pasar Minyak Global

Kuatnya harga minyak saat ini tidak terlepas dari dinamika sentimen global yang terus berkembang. Dalam jangka pendek, pasar didominasi oleh sentimen positif (bullish) yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Meskipun terdapat upaya menuju gencatan senjata, isu blokade terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama. Amerika Serikat dilaporkan telah menahan puluhan kapal komersial yang membawa jutaan barel minyak mentah Iran, dengan nilai mencapai miliaran dolar AS.

Situasi ini memicu respons keras dari pihak Iran yang menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah militer jika tekanan terus berlanjut. Di sisi lain, Rusia turut memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak besar bagi stabilitas kawasan.

Baca Juga :  Gibran Tegas Tolak Usulan Kenaikan BBM dari Jusuf Kalla

Ketidakpastian pasokan akibat konflik ini sempat mendorong harga minyak menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Namun demikian, dalam jangka panjang pasar juga menghadapi tekanan negatif (bearish). Hal ini dipicu oleh keputusan Uni Emirat Arab untuk keluar dari kelompok negara pengekspor minyak mulai 1 Mei 2026. Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai target 5 juta barel per hari pada 2027.

Kebijakan ini berpotensi meningkatkan pasokan global secara signifikan dan mengurangi kemampuan pengelolaan cadangan oleh organisasi produsen minyak. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu persaingan harga yang lebih ketat di masa mendatang.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik dan kebijakan produksi, pasar minyak global diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina 1 Mei 2026 Tetap, Pemerintah Utamakan Stabilitas di Tengah Kenaikan Minyak Dunia
Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026
Rupiah Melemah, Ini Daftar 10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2026
Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Dorong Transformasi dan Kemandirian Daerah
Indonesia Kantongi Komitmen Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia
Toyota Tambah Investasi Rp 20 Triliun di Indonesia, Fokus Manufaktur dan Baterai
Pemerintah Siapkan Rp 12 Triliun untuk Petani, 170 Bupati Dikumpulkan Bahas Hibah Tanaman dan Irigasi
Penemuan Emas Baru di Kolokoa Perkuat Prospek Tambang Pani

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:00 WIB

Harga BBM Pertamina 1 Mei 2026 Tetap, Pemerintah Utamakan Stabilitas di Tengah Kenaikan Minyak Dunia

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:59 WIB

Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi di Awal Mei 2026, Sentimen Geopolitik dan Produksi Picu Volatilitas

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Selasa, 28 April 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Melemah, Ini Daftar 10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:59 WIB

Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Dorong Transformasi dan Kemandirian Daerah

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB