Polda Metro Jaya minta jajarannya untuk melindungi kerja wartawan di lapangan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com, Jakarta  – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri meminta jajarannya untuk melindungi para jurnalis yang tengah meliput di lapangan.

Imbauan itu menyusul permohonan maaf Kapolda kepada pewarta foto ANTARA yang mendapatkan kekerasan dari aparat saat meliput demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin.

“Beliau menyayangkan kejadian yang dialami jurnalis foto ANTARA. Ke depannya, anggota sudah diinstruksikan untuk melindungi jurnalis di lapangan, terutama saat ada aksi demo,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary mewakili Kapolda Metro Jaya saat menyambangi ANTARA Heritage Center di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin.

Ade Ary menegaskan bahwa pihaknya akan mencari anggota yang melakukan pemukulan itu untuk didisiplinkan.

“Bapak Kapolda sudah mengintruksikan Kabid Propam (Profesi dan Pengamanan) untuk cari anggota itu dan akan kami proses. Kita juga akan lakukan pendisiplinan internal bagi anggota kita,” tutur Ade Ary.

Sementara itu Pemimpin Redaksi (Pempred) ANTARA Irfan Junaidi mengatakan bahwa LKBN ANTARA telah memaafkan kejadian yang menimpa wartawannya.

“Tadi kami sudah bertemu dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya. Itu tanda ada itikad baik ya untuk menyelesaikan persoalan kekerasan yang dialami pewarta foto ANTARA, dan kami sudah maafkan,” kata Irfan.

Baca Juga :  Putin Kecam Keras Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei

Kendati demikian, Ia tetap meminta agar pihak Polda Metro Jaya memproses oknum polisi yang melakukan kekerasan.

“Dari pihak Polda tadi sudah menegaskan akan melakukan pendisiplikan kepada anggota bersangkutan ya. Kita juga sudah minta ke depannya, supaya wartawan di lapangan itu bisa meliput dengan aman,” imbuh Irfan.

Adapun Bayu Pratama, sang korban, juga telah memaafkan kekerasan yang dialaminya. Namun demikian, ia mengkritisi protokol pengamanan demostrasi yang tidak memperhatikan kerja jurnalisme di lapangan

“Iya Pak, sebenarnya saya tadi itu saya sudah berusaha mencari titik aman. Tapi entah kenapa tadi masih dapat kekerasan,” kata dia.

Menurutnya, jika ada yang salah dengan kinerja jurnalismenya, hal itu bisa dikomunikasikan dengan baik.

“Kami enggak akan lari juga kok Pak. Bisa dikomunikasikan dengan baik sebenarnya,” imbuh Bayu.

Sebelumnya, seorang Jurnalis Foto ANTARA menjadi korban pemukulan oknum polisi saat sedang meliput aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin.

Jurnalis foto bernama Bayu Pratama Syahputra yang menjadi korban pemukulan pun menjelaskan kronologi peristiwa naas tersebut.

Bayu mengatakan, awalnya dia datang ke lokasi demo untuk menjalankan tugas meliput peristiwa demonstrasi.

Baca Juga :  Galaxy S25 Edge: HP Super Tipis dengan Performa Tinggi dan Teknologi Pendingin Terbaru

Saat dia datang sekitar pukul 13.00 WIB, dia sudah melihat kelompok massa mulai ricuh. Dia pun mengambil posisi berdiri di balik polisi dengan harapan dapat mengambil foto dengan aman.

“Saya ke barisan polisi supaya lebih aman, ya sudah saya mau ‘motret-motret’ ternyata pas itu ada oknum ‘mukulin’ masyarakat, saya juga langsung dipukul tiba-tiba,” kata Bayu.

Bayu menduga dia dipukuli karena memotret salah satu oknum yang tengah menganiaya massa pendemo. Bayu pun mendapat pukulan di kepala dan tangan.

“Peristiwa pemukulannya persis di bawah JPO di depan gedung DPR,” jelas dia.

Bayu pun melindungi kepalanya dengan kamera agar tidak terkena pukulan dari oknum aparat tersebut. Alhasil, beberapa kameranya pun rusak dan dia mengalami luka memar.

Bayu sendiri merasa heran lantaran menjadi sasaran pemukulan aparat. Pasalnya, dia sudah merasa mengenakan atribut peliputan yang lengkap.

“Saya sudah bilang kalau saya media, saya bawa dua kamera, masak tidak melihat ? Terus saya pakai helm pers tulisannya besar ‘ANTARA’,” kata Bayu.

Bayu pun akhirnya meninggalkan lokasi liputan untuk mencari tempat lebih aman.

Berita Terkait

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang
Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak
SIM Digital Kini Sah Saat Razia, Pengendara Tak Bisa Lagi Alasan Lupa Bawa SIM
Organisasi Jepang ANNYA Cari Rumah Angker di Indonesia
Gerindra Tegaskan Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Sah Gunakan APBN
Ketua DPD RI Dorong PLN Beralih ke Energi Alternatif Usai Blackout Sumatera
Kementerian ESDM Selidiki Penyebab Blackout Sumatera, Investigasi Menyeluruh Dilakukan
Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersamanya

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

SIM Digital Kini Sah Saat Razia, Pengendara Tak Bisa Lagi Alasan Lupa Bawa SIM

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:00 WIB

Organisasi Jepang ANNYA Cari Rumah Angker di Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gerindra Tegaskan Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Sah Gunakan APBN

Berita Terbaru

Jambi

Progres Tol Palembang–Jambi Tembus 82 Persen

Senin, 1 Jun 2026 - 03:00 WIB

Tips dan informasi

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB