Jambi, Pribhumi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren pelemahan. Pada Senin (27/4/2026), kurs USD tercatat menembus angka Rp17.211,95 per dolar AS.
Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai posisi rupiah di antara mata uang dunia, khususnya apakah termasuk yang terlemah. Berdasarkan data yang dirilis Forbes pada April 2026, terdapat sejumlah mata uang dengan nilai tukar paling rendah terhadap dolar AS, yang dihimpun dari konverter mata uang berbasis data Open Exchange.
Dalam daftar tersebut, rupiah Indonesia tercatat masuk dalam jajaran mata uang dengan nilai tukar terendah secara global.
Berikut daftar 10 mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS pada 2026:
Rial Iran (IRR) – USD 1 = 1.315.800 IRR
Pound Lebanon (LBP) – USD 1 = 89.565,64 LBP
Dong Vietnam (VND) – USD 1 = 26.336,58 VND
Kip Laos (LAK) – USD 1 = 22.065,41 LAK
Rupiah Indonesia (IDR) – USD 1 = Rp17.066,15
Som Uzbekistan (UZS) – USD 1 = 12.202,055 UZS
Franc Guinea (GNF) – USD 1 = 8.774,19 GNF
Franc Burundi (BIF) – USD 1 = 2.972,40 BIF
Ariary Madagaskar (MGA) – USD 1 = 4.177,54 MGA
Guarani Paraguay (PYG) – USD 1 = 6.485,51 PYG
Meski rupiah masuk dalam daftar tersebut, nilai rendah terhadap dolar tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi yang lemah. Faktor seperti kebijakan moneter, inflasi, serta struktur ekonomi masing-masing negara turut memengaruhi nilai tukar mata uang.






