Jakarta, Pribhumi.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa proyek jalan tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) hingga kini masih belum berjalan karena minimnya minat investor.
Proyek tol sepanjang 206,65 kilometer tersebut dinilai kurang menarik dari sisi bisnis. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya proyeksi lalu lintas kendaraan (traffic), sehingga potensi keuntungan bagi investor dianggap tidak memadai.
Dody menjelaskan, dalam kondisi normal, pemerintah biasanya memberikan dukungan konstruksi atau chip in untuk meningkatkan daya tarik proyek. Namun, keterbatasan anggaran membuat langkah tersebut belum dapat dilakukan saat ini.
Sebagai alternatif, pemerintah memilih mengalihkan fokus pada proyek infrastruktur yang dinilai lebih mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya adalah percepatan pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey.
Kedua bendungan tersebut diprioritaskan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi. Pemerintah menargetkan proyek ini dapat selesai secara bertahap mulai 2027 hingga 2028.
Dody menegaskan bahwa percepatan pembangunan bendungan menjadi langkah strategis untuk mencegah banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Sementara itu, proyek Tol Getaci yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2020 masih dalam tahap evaluasi sebelum kembali ditawarkan kepada investor melalui proses lelang ulang.
Selain Getaci, proyek tol lain seperti Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali juga mengalami kendala serupa. Proyek sepanjang 96,84 kilometer tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp 25,4 triliun dan saat ini masih dalam tahap peninjauan ulang.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, menyatakan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan berbagai proyek KPBU, termasuk Getaci dan Gilimanuk–Mengwi, sebelum kembali dilelang.











