Jakarta, Pribhumi.com – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dipastikan tetap berlangsung aman dan sesuai jadwal meskipun situasi konflik di kawasan Timur Tengah masih berlanjut. Pemerintah Indonesia bersama Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah tetap berada dalam kondisi terkendali.
Kepastian ini disampaikan setelah pertemuan antara Kementerian Haji dan Umrah Indonesia dengan Duta Besar Arab Saudi, Faisal bin Abdullah Alamudi. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan bahwa operasional haji tidak terdampak oleh dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan.
Pemerintah Arab Saudi memastikan bahwa kondisi keamanan tetap stabil, sehingga jemaah dari berbagai negara dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Situasi konflik yang terjadi disebut tidak memiliki pengaruh langsung terhadap penyelenggaraan haji tahun ini.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia mengungkapkan bahwa persiapan haji 2026 hampir sepenuhnya rampung. Berbagai kebutuhan jemaah telah disiapkan secara menyeluruh, mulai dari pengurusan visa, penyediaan akomodasi, hingga layanan konsumsi selama di Tanah Suci.
Dengan kesiapan yang sudah mencapai tahap akhir, pemerintah optimistis proses pemberangkatan jemaah akan berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Jadwal dan Skema Keberangkatan
Pemerintah menjadwalkan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama mulai memasuki asrama haji pada 21 Mei 2026. Selanjutnya, keberangkatan menuju Arab Saudi akan dimulai pada 22 Mei 2026.
Untuk jemaah haji reguler, sebagian besar akan menggunakan penerbangan langsung guna meningkatkan kenyamanan serta efisiensi perjalanan. Sementara itu, bagi jemaah haji khusus, masih terdapat beberapa skema penerbangan transit.
Pemerintah pun telah mengimbau penyelenggara haji khusus agar mengupayakan lebih banyak penerbangan langsung, sehingga pelayanan terhadap jemaah dapat semakin optimal.











