DLH Akui Lonjakan Sampah, Penanganan Masih Jadi Tantangan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com — Permasalahan sampah pasca perayaan Idulfitri di Kabupaten Kerinci kembali mencuat ke permukaan. Sejumlah titik pembuangan liar dipenuhi tumpukan sampah yang tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengotori aliran sungai di beberapa wilayah.

Kondisi ini menuai sorotan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melakukan pemantauan langsung di lapangan. Aktivis lingkungan Zalmiyanto menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kerinci, karena dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan dalam penanganan sampah.

“Satgas Kebersihan Lebaran gagal total” Ungkap Zalmiyanto.

Selain itu, LSM PEDAS dan LSM LIMBAH turut menemukan adanya pencemaran serius di sejumlah anak sungai, terutama di bantaran Sungai Batang Merao dan kawasan Siulak Gedang. Tumpukan sampah yang diduga berasal dari aktivitas pasar terlihat menumpuk dan dibiarkan tanpa pengelolaan yang memadai.

Ketua LSM PEDAS, Efyarman menilai lemahnya pengawasan dari pihak terkait menyebabkan sampah pasar dibuang langsung ke sungai. Hal ini diperparah dengan pengakuan warga setempat yang menyebutkan bahwa sampah pasar jarang diangkut oleh pihak berwenang, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Baca Juga :  Polres Kerinci Tegas Tertibkan BBM Bersubsidi, Kendaraan Lansir Jadi Target Pengawasan

Akibatnya, pengelola pasar mengambil langkah sendiri dengan membuang sampah ke aliran sungai. Praktik ini disebut telah berlangsung sejak akhir 2025 hingga kini, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak pencemaran yang semakin meluas, terutama saat musim hujan tiba.

“Selama lebaran sampah menumpuk dan tidak pernah di ambil di DanauKerinci. Jangan cuman Selfie hasilnya Nol” Sebut Ketua LSM LIMBAH, Martias.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi. Ia mengakui adanya lonjakan volume sampah yang signifikan pasca Lebaran, terutama dari sektor rumah tangga dan pasar.

Menurutnya, peningkatan volume sampah tersebut melampaui kapasitas normal pengangkutan, yang diperparah oleh masih adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan, keterbatasan armada serta sumber daya manusia, dan belum optimalnya sistem pengelolaan di tingkat lokal.

Meski mendapat kritik, DLH menegaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembentukan Satgas khusus dan pengangkutan intensif di sejumlah titik prioritas. Namun, kondisi saat ini dinilai sebagai tanda perlunya pembenahan sistem secara menyeluruh, bukan semata kegagalan.

Baca Juga :  Hamas kritik resolusi DK PBB, penolakan mekanisme perwalian Gaza, Pasukan Stabilisasi Internasional, ISF Gaza

Sebagai langkah cepat, DLH telah melakukan pembersihan di titik-titik penumpukan sampah, menambah armada sementara, serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pengelola pasar untuk memastikan pengangkutan rutin. Penertiban lokasi pembuangan liar juga dilakukan bersama aparat dan pemerintah desa.

Untuk jangka menengah dan panjang, DLH akan fokus pada perbaikan sistem pengelolaan sampah melalui program pemilahan sampah dari sumber, optimalisasi TPS3R di setiap kecamatan, serta penguatan peran pemerintah kecamatan dalam pengelolaan sampah.

Selain itu, penataan sistem pengelolaan sampah di pasar dan edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas, termasuk kampanye agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai.

DLH juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari LSM, media, tokoh masyarakat, hingga pengelola pasar untuk bersama-sama mencari solusi. Menurut Neneng, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan memindahkan, tetapi harus ditangani dari sumbernya agar tidak terus berulang di masa mendatang.

 

Berita Terkait

HIPMI Kerinci Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap
Jejak Pengabdian di Kerinci Berakhir, Langkah AKP Very Prasetyawan Berlanjut ke Tebo
HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi
Waka Polres Kerinci Cek SPBU Kumun, Pengawasan BBM Bersubsidi Diperketat
Bupati di Wilayah Barat Jambi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemalsuan Akta
Polres Kerinci Gelar Presisi Merdeka Run 2026 di Jambi Agustus Mendatang
Bupati Kerinci Monadi Tinjau Progres Jalan Renah Pemetik, Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Target
“Kemenhaj Kerinci: Jamaah Haji Kloter BTH 19 hingga 25 Segera Kembali ke Tanah Air”.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:42 WIB

HIPMI Kerinci Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Jejak Pengabdian di Kerinci Berakhir, Langkah AKP Very Prasetyawan Berlanjut ke Tebo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03 WIB

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Waka Polres Kerinci Cek SPBU Kumun, Pengawasan BBM Bersubsidi Diperketat

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:02 WIB

Bupati di Wilayah Barat Jambi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemalsuan Akta

Berita Terbaru